ahok miras dilegalkanPortal Infokom – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama bersikap berbeda terhadap Peraturan Menteri Perdagangan yang melarang penjualan minuman beralkohol jenis A di minimarket yang tertuang dalam Permendag Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 yang melarang minimarket menjual minuman beralkohol meski hanya lima persen.

Adapun alasan Gubernur yang biasa juga dipanggil dengan nama Ahok ini adalah karena belajar dari sejarah di negara Amerika, yang menurut dia apabila ada pelarangan penjualan minuman keras, maka akan malah menumbuhkan pasar gelap yang jelas katanya akan sulit bagi pemerintah untuk melakukan kontrol peredarannya, seperti yang disampaikannya melalui media infokom baru-baru ini.

Tetapi alasan Gubernur Ahok tersebut mendapat tentangan dari warganya sendiri, Apan yang mengatakan bahwa alasan tersebut terkesan mengada-ada, bahkan malah membuat masyarakat jadi kelihatan bodoh kalau harus percaya dengan alasan tersebut.

“Lucu dong, dengan dalih dilegalkan supaya bisa dikontrol, kalau gitu legalkan saja narkoba dan atau juga sekalian prostitusi dan perjudian, supaya bisa dikontrol dan dikendalikan juga oleh pemerintah, kalau memang itu yang jadi alasannya”, kata Apan keheranan.

Seharusnya Gubernur Ahok, menurut Apan tak usah macam-macam cari alasan dengan masalah minuman keras ini, termasuk juga disarankan kepada Pemprov DKI untuk melepas kepemilikan sahamnya di BUMD PT Delta Djakarta, yang ternyata selama ini adalah produsen produk minuman keras beralkohol merk Angker Bir, Carlsberg, San Miguel dan produk bir lainnya, itupun kalau memang Ahok benar-benar niat untuk membangun dan memperbaiki kondisi bangsa ini, seperti yang pernah dia sampaikan selalu.

“Mumpung masyarakat Jakarta belum banyak yang tahu kalau uang pajaknya dan atau uang pembangunannya selama ini ternyata ditanam dan diolah di perusahaan minuman keras, apa kata dunia ? “, saran si Apan.

Malahan semestinya Ahok sejalan dan mendukung program Revolusi Mental dari pak Jokowi, Presiden RI, yang inginkan untuk menciptakan generasi bangsa yang bermental dan berbudi pekerti luhur, sehingga jangan lagi mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang malah akan dapat merusak mental dan moral serta budaya generasi muda dan masyarakat Indonesia, biarpun dengan alasan pariwisata dan atau kebutuhan untuk turis segala.

“Karena turis pun justru tahu diri kok, apalagi secara pengamatan umum saja bahwa yang biasa membeli miras di setiap minimarket selama ini adalah bukan turis asing, kebanyakan warga lokal dari golongan tua dan muda, bahkan mereka merasa lebih bebas sekarang karena tanpa ada rasa khawatir digerebek seperti yang dahulu sering dilakukan dalam pemberantasan preman yang suka pemabokkan dan meresahkan warga”, katanya lagi.

AdminBeritaahok,ahok miras dilegalkan,jakarta,jokowi,minuman keras,miras,pemprov dki jakarta  Portal Infokom - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama bersikap berbeda terhadap Peraturan Menteri Perdagangan yang melarang penjualan minuman beralkohol jenis A di minimarket yang tertuang dalam Permendag Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 yang melarang minimarket menjual minuman beralkohol meski hanya lima persen. Adapun alasan Gubernur yang biasa juga dipanggil dengan nama Ahok ini...Bersatu Berkarya Bersama