kenaikan bbmPortal Infokom – Imbas dari kebijakan Pemerintah karena menaikkan harga BBM telah membuat perekonomian dan kehidupan masyarakat terutama di daerah kian sulit dan makin terpuruk. Walau kebijakan itu juga telah direvisi dengan menurunkannya beberapa kalipun, nyatanya tidak seiring dengan penurunan harga – harga dan biaya yang sudah terlanjur naik di pasaran. Lagipula harga BBM pun belum benar-benar diturunkan dari yang sebelumnya karena masih di kisaran Rp 6.700,- yang padahal sementara saat ini tren harga BBM di pasar dunia sedang merosot tajam, yang seharusnya kalau memang pemerintah jujur dan konsekuen, maka harga BBM dalam negeri masih bisa turun banyak lagi.

Hal ini yang disampaikan oleh Konsultan Bina Bangun Bangsa Nur Firman, yang katanya menerima banyak keluhan dari berbagai masyarakat terutama masyarakat daerah, terkait dampak dari kenaikan harga BBM tersebut.

“Harga sembako dan produk kebutuhan pokok lainnya mengalami kenaikan di mana-mana, terutama di daerah yang mana harga pun sudah termasuk tinggi, semakin naik lagi, ditambah pula dengan kenaikan harga sembako dan biaya-biaya lainnya”, katanya kepada PORTAL Infokom.

Terlebih lagi kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan kenaikan harga gas elpiji semakin melengkapi kesusahan dan kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasarnya, karena dengan pendapatan serta pemasukan yang dirasakan masyarakat malah semakin pas-pasan saja, bahkan menurun.

“Wajar saja kalau ada yang berpendapat bahwa dampak sistemik dari kondisi ini akan menambah jumlah golongan masyarakat miskin, yang ironisnya terjadi di negeri yang katanya kaya raya ini,” ujarnya.

Walaupun Pemerintah menyatakan bahwa kenaikan harga BBM ini adalah hanya mengalihkan subsidi belanja energi kepada sektor infrastruktur dan sektor lainnya yang menurut Pemerintah akan lebih produktif dalam percepatan pembangunan perekonomian nasional, menurutnya itu hanyalah akal-akalan pemerintaha saja.

“Karena sebenarnya tidak ada jaminan bagi rakyat apabila wacana tersebut benar-benar efektif tepat sasaran dan berhasil, soalnya yang sebelumnya pun tidak juga ada perbaikan yang signifikan terhadap tingkat kesejahteraan rakyat, yang sekiranya sudah terjadi lebih dari tiga kali kenaikan BBM selama reformasi ini, tetap saja rakyat makin susah”, katanya lagi.

Maka menurutnya persoalan ini menandakan bahwa negara belum hadir dan atau belum sungguh – sungguh dalam menjalankan kewajiban dan tanggungjawabnya, yaitu untuk melindungi dan mengayomi segenap bangsanya, dengan selalu memajukan kesejahteraan umum bagi seluruh rakyatnya dan senantiasa mencerdaskan kehidupan bangsanya.

Karena sebenarnya tidak alasan bagi negara untuk tidak menghiraukan segala kebutuhan dan keinginan rakyatnya, yang sesungguhnya hanya sederhana, yakni cuma ingin hidup mudah, sehat dan sejahtera, yang kenyataannya malah semakin jauh dari harapan, terutama di wilayah perdesaan, daerah tertinggal dan terisolasi dan apalagi di perbatasan serta daerah terluar, yang kesemuanya hingga saat ini pun masih banyak belum tersentuh pemerataan pembangunan dan penghidupan yang layak, bahkan semakin memprihatinkan.

“Harus ada evaluasi dan koreksi nyata dalam kebijakan pemerintahan dan pembangunan, yang seharusnya terbebas dari segala korupsi dan kepentingan politik sempit yang hanya selalu mementingkan kekuasaan tanpa mengindahkan kesejahteraan rakyatnya”, katanya tegas.

Apalagi lanjutnya bahwa pada sejatinya negara lahir adalah karena rakyat yang menghendakinya, untuk melindungi, mengayomi, serta memenuhi segala kebutuhan dan mengatur segala keinginan rakyat tanpa ada sedikitpun kebijakan yang dapat membuat rakyat kecewa, apalagi karena dicurangi dan dibohongi ulah ketidakjujuran dan ketidakmampuan negara dalam menjalankan mandat rakyat secara amanah. Dan rakyat berhak untuk mencabut mandat tersebut.

Maka sudah sepatutnya Negara harus membela kepentingan Bangsa ini secara utuh dan menyeluruh, demi terwujudnya negara yang adil, makmur dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya dari Aceh hingga Papua, tanpa terkecuali, daripada terpaksa nanti negara bubar jalan.

https://binabangunbangsa.com/wp-content/uploads/2015/01/160312_Sleman_Tolak-Kenaikan-BBM_Gih.jpghttps://binabangunbangsa.com/wp-content/uploads/2015/01/160312_Sleman_Tolak-Kenaikan-BBM_Gih-300x300.jpgAdminBerita100 hari kerja jokowi,anggaran dana desa,evaluasi kerja jokowi,evaluasi kinerja pemerintah,jokowi,kenaikan bbm,masyarakat miskinPortal Infokom - Imbas dari kebijakan Pemerintah karena menaikkan harga BBM telah membuat perekonomian dan kehidupan masyarakat terutama di daerah kian sulit dan makin terpuruk. Walau kebijakan itu juga telah direvisi dengan menurunkannya beberapa kalipun, nyatanya tidak seiring dengan penurunan harga - harga dan biaya yang sudah terlanjur naik...Bersatu Berkarya Bersama