Portal Infokom, Mantan Komandan Korps Marinir (1996-1999) Letjend TNI Marinir (Purn) Suharto juga angkat bicara terkait pernyataan Panglima TNI Gatot Nurmantyo di acara Silaturahmi Nasional 2017 yang lalu. Bahwa apa yang disampaikan oleh Panglima TNI adalah sejalan dengan pemikirannya selama ini. Karena perkembangan akhir-akhir ini telah membuatnya sebagai Tentara dan mantan tentara harus bercuriga dengan hal itu.

“Apalagi kalau dikaitkan dengan pernyataan saya dahulu tentang Grand Design Pelemahan NKRI dan bagaimana hubungan TNI – POLRI, adalah kini menjadi kenyataan, bahwa POLRI sudah menjadi tirani baru” katanya pada Portal Infokom.

Dan kalau kata pak Wiranto (Menkopolhukam-red) mengatakan  bahwasanya BIN yang pesan senjata 517 pucuk. Maka itu menimbulkan pertanyaan bagi mantan Komandan Korps Marinir periode 1996-1999 ini.

“Ada apa BIN pesan 517 senjata laras panjang, BIN khan pengumpul data, bukan satuan tempur, untuk apa  ?, tanyanya heran.

Karena menurutnya senjata utama BIN adalah otaknya dan kalau senjata di luar itu yang dibutuhkan adalah senjata untuk bela diri saja. Maka timbul pertanyaan apa maksud dan tujuan pemesanan senjata itu.

Kalaupun ada yang klarifikasi bahwa pesanan itu untuk senjata latihan pun menurutnya terlalu mengada-ada. Karena waktu Suharto sebagai komandan di PUSDIKMAR di tempat latihan menembak, bahwa tidak ada kebutuhan senjata latihan sebanyak itu, karena senjata dipakai bergantian oleh siswa dalam latihan menembak dan itu tidak ada sampai 500 jumlahnya.

“517 itu bukan jumlah main-main, itu sudah hampir 1 batalyon, apalagi kata Panglima ada pemesanan lain 5000 pucuk senjata, oh itu dashyat sekali ?”, tegasnya.

Karena 5000 senjata itu menurutnya itu sama saja bisa mempersenjatai hampir 10 batalyon, dan bagi siapa saja dengan kekuatan 10 batalyon itu bisa untuk merebut dan menguasai Jakarta ini (Ibukota Negara-red)

“Makanya untuk apa senjata-senjata itu, dan nanti yang diperkuat dan dipersenjatai itu siapa ?”,  tanyanya lagi…

Dan kalau ada yang bilang bahwa ini atas perintah Presiden, malah membuat Jenderal Bintang 3 ini pun lebih berani untuk mempertanyakan langsung ke Presiden.

“Apa maksudnya Presiden beli senjata sekian, jangan main-main dengan ini ?”, tanyanya…

Dan selaku tentara yang memiliki insting dan nalurinya mengatakan bahwa ini seperti ada yang ingin bangun kekuatan, terserah entah kekuatan dari mana.

Dan bahwa kata Panglima TNI yang melakukan pesanan ini adalah institusi non militer, Suharto mengatakan tidak tahu, tetapi kalau memang itu benar adanya maka sebagai purnawirawan TNI, maka saya akan lawan itu karena menurutnya itu tidak dibenarkan.

“saya akan pakai helm saya lagi dan senjata saya lagi dan saya mobilisir semua kawan-kawan saya yang sekarang pensiunan untuk lawan itu”, tegas Suharto lagi.

Sebelumnya, beredar rekaman suara Panglima TNI di media sosial saat berbicara dalam acara Silaturahim Nasional Panglima TNI dengan purnawirawan TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017).

Dalam rekaman itu, Panglima TNI menyebut adanya institusi nonmiliter yang membeli 5.000 pucuk senjata. Panglima TNI juga bicara soal larangan bagi kepolisian untuk memiliki senjata yang bisa menembak peralatan perang TNI. (iwn)

 

https://binabangunbangsa.com/wp-content/uploads/2017/09/Letjen-TNI-Mar-Suharto.jpghttps://binabangunbangsa.com/wp-content/uploads/2017/09/Letjen-TNI-Mar-Suharto-150x150.jpgAdminBeritaHeadlinesgatot nurmantyo,panglima tni,suhartoPortal Infokom, Mantan Komandan Korps Marinir (1996-1999) Letjend TNI Marinir (Purn) Suharto juga angkat bicara terkait pernyataan Panglima TNI Gatot Nurmantyo di acara Silaturahmi Nasional 2017 yang lalu. Bahwa apa yang disampaikan oleh Panglima TNI adalah sejalan dengan pemikirannya selama ini. Karena perkembangan akhir-akhir ini telah membuatnya sebagai Tentara dan...Bersatu Berkarya Bersama