Portal Infokom — Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tetap ngotot ingin menarik pendapatan dari retribusi dan pajak minuman beralkohol jenis bir di minimarket, dalam RAPBD tahun anggaran 2015.

Padahal Kementerian Dalam Negeri sudah melarang penarikan pajak dari minuman beralkohol. Sebab Kementerian Perdagangan sudah menerbitkan Peraturan Menteri yang melarang penjualan miras di minimarket.
Tapi Ahok tak terima dan justru mempertanyakan dasar pelarangan. “Melarang itu dasarnya apa? Kita nggak ada masalah kok,” kata Ahok di Balai Kota, Senin (6/4).
Dia pun menyitir cerita lama soal Al Capone, mafia terkenal di Chicago yang menjual miras ilegal, saat ada pelarangan penjualan miras. “Mau kembali ke zamannya Al Capone dulu di film God Father bir nggak boleh dijual tapi akhirnya di bagasi mobil Al Capone malah jualin bir semua?” ujar dia.
Ahok juga yakin bakal banyak ‘korban’ jika penjualan miras, khususnya bir, dilarang. Sebab menurut dia kebijakan pelarangan justru mendorong munculnya miras oplosan. “Banyak yang mati orang-orang karena bir nggak gampang didapat, mau ngoplos bahannya mahal,” ujar dia.

Diakui Ahok, salah satu BUMD DKI yakni PT Delta Jaya memang punya saham dan lisensi penjualan miras di Jakarta. “Kita punya saham, kita lanjut saja. Bir salahnya di mana? Ada nggak orang mati gara-gara minum bir?” ujar dia.

Link terkait: Meski Dilarang Kemendagri, Ahok Ngotot Tarik Pajak Bir » Jakartaraya | Aktual.co.

AdminBeritaHeadlinesMetropolitanNasionalahok,bir dan miras,kemendagriPortal Infokom — Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tetap ngotot ingin menarik pendapatan dari retribusi dan pajak minuman beralkohol jenis bir di minimarket, dalam RAPBD tahun anggaran 2015. Padahal Kementerian Dalam Negeri sudah melarang penarikan pajak dari minuman beralkohol. Sebab Kementerian Perdagangan sudah menerbitkan Peraturan Menteri yang melarang penjualan miras...Bersatu Berkarya Bersama