ahok miras dilegalkanPortal Infokom – Terkait dengan penolakan agar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, untuk segera melepas saja kepemilikan saham Pemprov DKI di BUMD PT Delta Jakarta yaitu sebuah perusahaan produsen minuman keras (miras) dan beralkohol (minol), membuat konsultan Bina Bangun Bangsa, Nur Ridwan perlu menyatakan pendapatnya.

“Seharusnya pak Gubernur peka dan mendengar aspirasi masyarakat DKI Jakarta” katanya melalui hubungan ponsel kepada Redaksi.

Karena menurutnya ini sebagai bentuk kebijakan pimpinan daerah yang mengerti tentang adab dan budaya kearifan lokal yang pada khususnya di masyarakat asli Jakarta, Betawi sangat alergi dengan hal-hal berbau alkohol karena bisa memabukkan dan haram sesuai ajaran agama dan keyakinannya.

“Seharusnya malah Gubernur memberikan contoh yang baik bagi keluarga dan masyarakat Jakarta, dengan tegas adanya pelarangan peredaran bebas miras dan minol, eh tauknya malah punya pabriknya, gimana itu?”, herannya.

Syukurlah sudah terbit Peraturan Menteri Perdagangan tentang adanya pelarangan peredaran bebas minuman keras dan beralkohol yang seharusnya ini menguatkan untuk dipatuhi oleh Gubernur DKI Jakarta.

“Jadi tidak usah lagi cari-cari alasan untuk tetap melanjutkan bisnis minuman keras itu ” katanya lagi.

Lagipula tidaklah seberapa keuntungan yang diperoleh oleh Pemprov DKI , malah kita harus menanggung dampak sosial akibat peredaran bebas miras dan minol tersebut.

“Bisa dilihat bahwa sekarang banyak anak-anak muda usia pelajar bisa mendapatkan dengan mudah miras maupun minol di berbagai mini market secara bebas” katanya.

Belum lagi bahaya miras dan minol yang bisa menjadi pemicu kepada tindakan kriminal, termasuk narkoba, pergaulan bebas dengan AIDSnya. Yang kesemuanya bisa merusak dan menghancurkan kehidupan dan masa depan bangsa kita.

“Apakah memang itu yang dimau oleh Gubernur Ahok untuk Jakarta Baru, tapi Rusak ?”, Tanyanya

Dan mengenai dasar kebijakan yang hanya karena berdasarkan nonton film hollywood tentang kisah para mafia zaman Al-Capone, menurutnya ini adalah suatu hal yang menggelikan.

“Masak seorang Gubernur terpengaruh oleh dunia fantasy model begitu ?, boleh terinspirasi, tapi kan sudah ada ilmunya apabila untuk mengeluarkan suatu kebijakan apalagi terkait dengan urusan publik, maka seharusnya melalui analisa dan atau kajian ilmiah yang terukur dari berbagai aspek, serta rasional, sehingga dapat dipertanggungjawabkan, terutama kemanfaatannya bagi publik, makanya jangan ngasal, asal-asalan apalagi khayalan?” tandasnya.

Link terkait: Tolak Jual Saham di Pabrik Bir, Ini Pembelaan Ahok.

https://binabangunbangsa.com/wp-content/uploads/2015/01/211132_620.jpghttps://binabangunbangsa.com/wp-content/uploads/2015/01/211132_620-300x300.jpgAdminMetropolitanahok,beralkohol,dampak sosial,miras dan minolPortal Infokom - Terkait dengan penolakan agar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, untuk segera melepas saja kepemilikan saham Pemprov DKI di BUMD PT Delta Jakarta yaitu sebuah perusahaan produsen minuman keras (miras) dan beralkohol (minol), membuat konsultan Bina Bangun Bangsa, Nur Ridwan perlu menyatakan pendapatnya. 'Seharusnya pak Gubernur peka dan...Bersatu Berkarya Bersama