Untuk Bantu UMKM, Penyaluran Bansos Sembako agar Diganti Jadi Bantuan Tunai

Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berjatuhan akibat macet dan lesunya usaha dan kegiatan masyarakat akibat dampak pandemi virus Corona (Covid-19) yang telah menghantam perekonomian nasional sejak bulan Maret tahun ini.

Untuk itu, pemerintah disarankan dalam pemberian bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 yang selama ini berupa sembako agar diganti dengan bantuan tunai, sehingga uang yang diberikan kepada penerima Bansos dapat dibelanjakan kepada UMKM sekitar lingkungan rumahnya. Maka dengan itu secara otomatis akan menciptakan daya beli masyarakat dan menggerakan perekonomian lokal secara nyata.

Selain menumbuhkan daya beli masyarakat yang ‘drop’ jatuh selama Pandemi Covid-19 ini, bantuan tunai tersebut akan sangat membantu pelaku UMKM untuk tetap hidup, sehingga tidak perlu ada pengurangan pegawai (PHK) atau tutup usahanya.

Secara data, menurut Ketua Asosiasi UMKM Indonesia, Muhammad Ikhsan Ingratubun mengatakan bahwa sektor UMKM setiap tahunnya terus mengalami pertumbuhan. Data per 2018, sektor UMKM menyumbang Rp 8.400 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut setara dengan 60% dari Rp 14.000 triliun PDB Indonesia di 2018.

Selain itu, kontribusi UMKM adalah pada penyerapan tenaga kerjanya, karena sektor UMKM berhasil menyerap 121 juta tenaga kerja, yaitu sekitar 96% dari total tenaga kerja Indonesia di 2018 yang sebesar 170 juta. Atau secara pertumbuhan, mengalami pertumbuhan 5% setiap tahunnya.

Apabila belajar dari krisis 1998 dan 2008 yang pernah terjadi, bahwa sektor UMKM dan aktivitas konsumsi masyarakat saat itu yang menjadi penyelamat perekonomian nasional di tengah krisis itu.

Oleh karena itu, kebijakan yang mendukung daya beli masyarakat dan menggerakan perekonomian rakyat harus semakin dilakukan, salah satunya dengan mengubah bantuan sosial dalam bentuk sembako menjadi bantuan tunai. (Red)