Indonesiaku Bercahaya (Inakucha)

Oleh : Maria Isabella

Seperti kita ketahui bersama, permasalahan anak-anak berkebutuhan khusus yang ada di negara kita seharusnya menjadi tanggung jawab negara cq pemerintah sebagaimana diatur dalam undang-undang.

Terlepas dari campur tangan pemerintah kami merasa bahwa sebagai bagian dari warga negara, maka anak-anak berkebutuhan khusus juga menjadi tanggung jawab kita semua sebagai mahluk sosial.

Oleh karena itu, kami berkeinginan untuk membantu memberikan lapangan pekerjaan
kepada anak-anak SPECIAL NEEDS untuk mendapatkan kesempatan yang sama sebagai insan manusia sebagai anak bangsa Indonesia. Selain itu juga memberikan pelatihan-pelatihan bahkan menyalurkan mereka kepada lembaga, juga industri-industri sesuai kemampuan dan bakat mereka.

Kegiatan

Pada awal penyeleksian maka anak-anak akan dilatih beberapa bidang ilmu atau
pekerjaan sampai dirasa mampu melakukan pekerjaan tersebut dan merasa nyaman
dengan kegiatan atau pekerjaan tersebut.

Sebagai pembiasaan dan juga sebagai pembuangan energi maka sebelum bekerja
atau melaksanakan pelatihan akan dilaksanakan senam bersama. Membersihkan diri, mengganti kostum dengan seragam khusus sesuai dengan bidang pelatihan atau pekerjaan. Dikarenakan ada beberapa bidang pekerjaan yang membutuhkan kebersihan, jadi anak-anak akan dibiasakan untuk melaksanakan dan menggunakan seragam tersebut.

Kegiatan rutin mingguan atau bulanan anak anak akan diajak untuk menyesuaikan
diri di lingkungannya sebagai pengenalan terhadap bidang pekerjaan dan juga warga
sekitar untuk bersosialisasi.

Contoh Kegiatan

  • Melaksanakan kegiatan keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
  • Menawarkan hasil yang dibuat oleh mereka dan mengkampanyekan diri mereka.
  • Nonton bareng atau sesuai kebutuhan masing-masing anak.
  • Belanja
  • Kegiatan Sosial
  • Field Trip diberikan sesuai pencapaian target yang diharapkan.
  • Kegiatan kesenian ataupun prakarya dimana mereka akan memberikan edukasi
  • Kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus.
  • Pelibatan anak-anak ataupun orang-orang yang peduli terhadap ABK ( Anak Berkebutuhan Khusus)

Sasaran

  • ABK (Anak Berkebutuhan Khusus)dewasa yang sudah mampu melakukan
  • pekerjaan atau kegiatan.
  • ABK usia produktif.
  • ABK yang dirasa tidak dapat mengikuti kegiatan akademis atau formal.
    • Mereka yang telah mampu maka akan disalurkan juga diberikan pekerjaan sesuai dengan bidang dan kemampuannya dan mendapatkan imbalan atau gaji yang disesuaikan dengan UMR. Anak-anak yang belum mampudan berminat mengikuti pelatihan akan dibebankan biaya sesuai dengan pelatihan dan program yang diikuti.

Tempat Kegiatan

Sebagai wadah untuk kegiatan bagi ABK ini tentunya diperlukan tempat mereka melaksanakan kegiatan. Konsep awal tempat yang disediakan merupakan pusat dari berlangsungnya kegiatan ini di mana selanjutnya bila target berhasil maka kita dapat memperluas jaringan dengan membuka cabang-cabang baru yang mempermudah anak-anak ini dalam mengakses lokasi.

Metode

Setiap hari kerja, produksi atau shift maka anak-anak ini akan dilaksanakan sistem penjemputan sesuai dengan domisili dan wilayahnya masing-masing.

Tenaga Ahli

  • Psikolog : Di sini diperlukan sebagai landasan diagnosa dan penyalur minat terhadap anak-anak, sehingga di dalam memberikan pelatihan atau penyaluran dapat tepat sasaran.
  • Guru pendamping atau pelatih : adapun bagi anak-anak yang masih mengalami kesulitan harus diberikan pelatihan dan juga pendampingan extra bagi anak-anak yang belum sepenuhnya mandiri.
  • Supervisor atau Pengawas : Anak-anak yang sudah dapat melakukan pekerjaannya tetap membutuhkan pengawas, yang di sini bertugas untuk memenuhi target atau mencapai tujuan.
  • Quality Control : Bertugas untuk mengecek hasil akhir pekerjaan anak-anak.

Pegawai

Tenaga Admin : Berfungsi untuk memberikan laporan keuangan perusahaan atau lembaga.
Marketing & PR : Karena kita mempekerjakan ABK di mana disini adalah fokus terhadap autisme maka diperlukan tenaga-tenaga yang memperkenalkan kepedulian terhadap ABK.

Tenaga-tenaga ahli atau pegawai lain yang harus ada didalam struktur kepengurusan organisasi atau yayasan atau perusahaan sesuai dengan kebutuhan.