![]()
Jakarta, BINA BANGUN BANGSA — Di tengah semarak pameran berskala internasional yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, sosok peserta asal Palu, Sulawesi Tengah berhasil mencuri perhatian banyak pengunjung. Ia adalah Dahlan, seorang petani sekaligus pelaku usaha lokal yang konsisten mengembangkan perkebunan pohon kelor dan produk olahan dari pohon kelor — tepatnya daun Kelor Merah Khatulistiwa, tanaman herbal bernilai tinggi yang tumbuh subur di tanah khatulistiwa Indonesia.

Dahlan beserta rombongan dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP, hadir sebagai peserta dalam pameran yang menjadi bagian dari Indonesia Catalog Expo & Forum (ICEF) yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP RI). Ia menempati stand Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, membawa sederet produk olahan kelor hasil inovasi dan produksinya sendiri, mulai dari: Tepung kelor, Teh kelor, Kopi kelor, Kapsul kelor, hingga Minyak kelor.
Produk-produk ini dibuat dari Kelor Merah Khatulistiwa, varietas unggulan yang dikenal memiliki khasiat tinggi bagi kesehatan dan penyembuhan. Tak sedikit pengunjung yang menyampaikan testimoni positif setelah mencoba produk kelor dari Palu ini — mulai dari peningkatan stamina, penyembuhan penyakit ringan hingga terapi pemulihan pasca sakit.

Antusiasme terhadap produk kelor Dahlan begitu tinggi. Seluruh stok produk yang dibawa habis diborong hanya dalam dua hari pameran, padahal kegiatan masih menyisakan satu hari lagi. Ini membuktikan bahwa minat pasar Jakarta terhadap produk herbal lokal sangat kuat dan berpotensi untuk dikembangkan secara lebih luas.
> “Saya sangat bersyukur dan terharu. Tidak menyangka kelor dari Palu bisa mendapat sambutan sehangat ini. Banyak yang ingin lanjut pesan dan kerja sama,” ungkap Dahlan yang juga seorang ASN di Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah.

Capaian ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yang memfasilitasi para pelaku UMKM daerah melalui keikutsertaan dalam setiap pameran. Dukungan ini menjadi bentuk nyata komitmen Pemprov dalam mengangkat produk unggulan lokal ke tingkat nasional dan internasional.
Selain itu lebih jauh, produk kelor Dahlan juga merupakan bagian dari program pembinaan UMKM oleh Bina Bangun Bangsa, yang selama ini aktif mendampingi usaha rakyat melalui pelatihan, penguatan kapasitas, hingga promosi ke berbagai platform nasional. Produk kelor ini dikenalkan dan dibina langsung oleh Ketua DPD Bina Bangun Bangsa Sulawesi Tengah, Hj. Sri Vedari, S.Si, yang selama ini konsisten mendampingi dan mendorong pelaku UMKM lokal untuk naik kelas.
> “Kelor ini bukan sekadar tanaman herbal, tapi potensi besar. Pak Dahlan membuktikan bahwa pelaku usaha daerah bisa naik kelas jika didampingi dengan serius,” ujar Hj.Sri Vedari, S.Si
“Kami dari Bina Bangun Bangsa Sulawesi Tengah ikut turut mendampinginya, dari hulu ke hilir, dari proses penanaman bibit kelor, produksi, packaging, pemasaran dan penjualan hingga ke ajang nasional seperti ini.”

Ketua Umum DPN Organisasi Bina Bangun Bangsa, Nur Ridwan, yang turut hadir dalam pameran, dan kunjungi Dahlan di Stand Pemprov. Sulawesi Tengah, menyatakan komitmennya bahwa untuk terus mendampingi dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk UMKM lokal yang ingin naik kelas.

> “Ini bukti nyata bahwa kerja pembinaan tidak sia-sia. Produk kelor dari Palu, yang awalnya hanya dikenal di tingkat lokal, kini mulai mendapat tempat di panggung nasional. Kami siap bantu agar produk ini bisa masuk pasar Jakarta secara berkelanjutan, bahkan membuka peluang ekspor ke luar negeri,” ujar Nur Ridwan, yang juga sebagai Ketua Bidang Percepatan Pembangunan dan Investasi Daerah, IKDST (Ikatan Keluarga Diaspora Sulawesi Tengah) di Jakarta.
Sebagaimana diketahui, kelor kini telah diakui sebagai superfood internasional. Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan Amerika Serikat mulai melirik kelor sebagai sumber nutrisi alami. Hal ini menjadi peluang besar bagi produk seperti milik Dahlan untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor unggulan dari Indonesia.
Kelor Merah Khatulistiwa dari Palu bukan hanya produk herbal, tetapi juga simbol kekuatan ekonomi rakyat dan hasil nyata pembinaan UMKM oleh Bina Bangun Bangsa. Dengan dukungan berkelanjutan, produk ini siap menembus pasar yang lebih luas, dari Jakarta hingga mancanegara. (RHT)
Kehilangan Indonesia
DPN Bina Bangun Bangsa Surati Presiden, Minta Atensi Perlindungan Tanah Adat Tomakaka Balutan
DPN BINA BANGUN BANGSA DUKUNG INOVASI BOBIBOS BBM BERBASIS NABATI MENUJU KEDAULATAN ENERGI