![]()
Jakarta, BINA BANGUN BANGSA — Dalam gelaran pameran nasional dan internasional yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, salah satu pelaku UMKM asal Palu, Sulawesi Tengah, Dahlan, mencuri perhatian pengunjung dan peserta pameran dengan produk olahan daun kelor merah yang dikenal berkualitas tinggi yang dikembangkan dari hasil budidaya mandiri.

Menanggapi capaian inspiratif ini, Nur Ridwan, selaku Kepala Bidang Percepatan Pembangunan dan Investasi Daerah dari Ikatan Keluarga Diaspora Sulawesi Tengah (IKDST), menyampaikan dukungan dan apresiasi penuh terhadap usaha dan upaya Dahlan selama ini. Nur Ridwan menyebut bahwa gerakan seperti yang dilakukan Dahlan adalah bagian penting dari visi misi IKDST dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah melalui sektor UMKM berbasis potensi ekonomi dan produk lokal.
“IKDST sangat bangga dan siap hadir memberikan pendampingan, pemasaran dan penjualan, dan atau pengembangan produk dan pasar, agar usaha Dahlan dan UMKM sejenis di Sulawesi Tengah mampu naik kelas dan menembus pasar nasional bahkan bisa ekspor ke manca negara ,” ungkap Nur Ridwan saat kunjungannya ke stand Pemprov Sulawesi Tengah di lokasi pameran. (31/7)
Nur Ridwan hadir mewakili Ketua Umum IKDST, Dr. Mulyadin Malik, M.Si., CIGS, yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan Informasi Desa dan Daerah di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI. Ia menekankan pentingnya sinergi antara diaspora, pemerintah daerah, dan komunitas pelaku usaha untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan UMKM yang tangguh dan berdaya saing nasional.
“Kami di IKDST punya tanggung jawab untuk dapat menghubungkan aspirasi dan potensi ekonomi daerah dengan jejaring nasional dan global. Inovasi dari anak daerah seperti Dahlan ini tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Harus ada dukungan, keberpihakan, dan percepatan,” tambah Nur Ridwan.

Produk kelor merah Khatulistiwa yang dibawa Dahlan dalam pameran ini telah menarik perhatian banyak pengunjung, termasuk pelaku industri dan pembeli potensial. Dengan olahan yang inovatif seperti teh kelor, tepung kelor, mie kelor, kapsul herbal, minyak kelor hingga sabun kelor. Dahlan membuktikan bahwa kekuatan produk lokal dapat bersaing jika dikemas dengan kualitas yang menarik dan eksklusif.
IKDST menegaskan akan terus berperan dan mendorong serta pro aktif bangun kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk kementerian, lembaga, diaspora, dan sektor swasta untuk mendukung pengembangan UMKM berbasis potensi ekonomi lokal di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
Dahlan bersama rombongan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemprov Sulawesi Tengah, hadir sebagai peserta dalam pameran yang menjadi bagian dari Indonesia Catalog Expo & Forum (ICEF) yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP RI). Ia menempati stand Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, membawa sederet produk olahan kelor hasil inovasi dan produksinya sendiri, mulai dari: Tepung kelor, Teh kelor, Kopi kelor, Kapsul kelor, hingga Minyak kelor.
Produk-produk ini dibuat dari Kelor Merah Khatulistiwa, varietas unggulan yang dikenal memiliki khasiat tinggi bagi kesehatan dan penyembuhan. Tak sedikit pengunjung yang menyampaikan testimoni positif setelah mencoba produk kelor dari Palu ini — mulai dari peningkatan stamina, penyembuhan penyakit ringan hingga terapi pemulihan pasca sakit.

Antusiasme terhadap produk kelor Dahlan begitu tinggi. Seluruh stok produk yang dibawa habis diborong hanya dalam dua hari pameran, padahal kegiatan masih menyisakan satu hari lagi. Ini membuktikan bahwa minat pasar Jakarta terhadap produk herbal lokal sangat kuat dan berpotensi untuk dikembangkan secara lebih luas.
> “Saya sangat bersyukur dan terharu. Tidak menyangka kelor dari Palu bisa mendapat sambutan sehangat ini. Banyak yang ingin lanjut pesan dan kerja sama,” ungkap Dahlan.

Capaian ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yang memfasilitasi partisipasi pelaku UMKM daerah melalui keikutsertaan dalam pameran. Dukungan ini menjadi bentuk nyata komitmen Pemprov dalam mengangkat produk unggulan lokal ke tingkat nasional dan internasional.
Selain itu, produk Kelor Merah Dahlan juga merupakan bagian dari program pembinaan UMKM oleh Bina Bangun Bangsa, yang selama ini aktif mendampingi usaha rakyat melalui pelatihan, penguatan kapasitas, hingga promosi ke berbagai platform nasional. Produk kelor ini dikenalkan dan dibina langsung oleh Ketua DPD Bina Bangun Bangsa Sulawesi Tengah, Hj. Sri Vedari, S.Si yang selama ini konsisten mendorong pelaku UMKM lokal untuk naik kelas.
> “Kelor ini bukan sekadar tanaman herbal, tapi potensi besar. Pak Dahlan membuktikan bahwa pelaku usaha daerah bisa naik kelas jika didampingi dengan serius,” ujar Hj. Sri Vedari, S.Si
“Kami dari Bina Bangun Bangsa Sulawesi Tengah ikut turut mendampinginya, dari hulu ke hilir, dari proses penanaman bibit kelor, produksi, packaging, pemasaran dan penjualan hingga ke ajang nasional seperti ini.”

Ketua Umum DPN Organisasi Bina Bangun Bangsa, Nur Ridwan, yang sengaja hadir atas undangan Dahlan datang ke Stand Pemprov. Sulawesi Tengah, menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk UMKM Sulawesi Tengah yang ingin naik kelas.
> “Ini bukti nyata bahwa kerja pembinaan tidak sia-sia. Produk daun kelor dari Palu, yang awalnya hanya dikenal di tingkat lokal, kini mulai mendapat tempat di panggung nasional. Kami siap bantu agar produk ini bisa masuk pasar Jakarta secara berkelanjutan, bahkan membuka peluang ekspor ke luar negeri,” ujar Nur Ridwan, yang juga seorang konsultan umum.
Sebagaimana diketahui, kelor kini telah diakui sebagai superfood internasional. Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan Amerika Serikat mulai melirik kelor sebagai sumber nutrisi alami. Hal ini menjadi peluang besar bagi produk seperti milik Dahlan untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor unggulan dari Indonesia.
Kelor Merah Khatulistiwa dari Palu bukan hanya produk herbal, tetapi juga simbol kekuatan ekonomi rakyat dan hasil nyata pembinaan UMKM Bina Bangun Bangsa. Dengan dukungan berkelanjutan, produk ini siap menembus pasar yang lebih luas, dari Jakarta hingga mancanegara. (RHT)
Kehilangan Indonesia
DPN Bina Bangun Bangsa Surati Presiden, Minta Atensi Perlindungan Tanah Adat Tomakaka Balutan
DPN BINA BANGUN BANGSA DUKUNG INOVASI BOBIBOS BBM BERBASIS NABATI MENUJU KEDAULATAN ENERGI