JAKARTA | BINABANGUNBANGSA.COM — Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Lembaga BINA BANGUN BANGSA (BBB), Nur Ridwan, menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno hingga pertengahan tahun 2026.
Menurut Nur Ridwan, kepemimpinan Pramono Anung mulai menunjukkan arah pembangunan yang jelas dengan mengedepankan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan yang lebih responsif, pembangunan infrastruktur perkotaan, penguatan transportasi massal, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Jakarta. Sejumlah program prioritas yang dijanjikan sejak awal masa jabatan juga telah memasuki tahap implementasi. (Jakarta Smart City)
“Membangun Jakarta bukan hanya soal membangun gedung dan jalan. Yang lebih penting adalah membangun kepercayaan publik, memperbaiki pelayanan, serta menciptakan ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Kami melihat komitmen tersebut mulai diwujudkan oleh Gubernur Pramono Anung,” ujar Nur Ridwan.
Fondasi Kota Global Mulai Dibangun
BINA BANGUN BANGSA menilai berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengarah pada transformasi Jakarta sebagai kota global yang tetap berpihak kepada masyarakat.
Di sektor pendidikan, pemerintah terus memperkuat program KJP dan KJMU, pemutihan ijazah, hingga peningkatan akses pendidikan yang lebih inklusif.
Pada sektor transportasi, integrasi layanan angkutan umum, pengembangan MRT, LRT, kawasan Transit Oriented Development (TOD), serta penguatan konektivitas Jabodetabek dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat. (NU Online)
Tata Kelola Pemerintahan Semakin Adaptif
Menurut Nur Ridwan, salah satu kekuatan kepemimpinan Pramono Anung adalah pengalaman panjangnya di pemerintahan nasional yang tercermin dalam pendekatan birokrasi yang lebih terukur, komunikatif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah.
Transformasi digital melalui penguatan layanan pemerintahan berbasis teknologi, percepatan pelayanan publik, serta penguatan koordinasi lintas perangkat daerah menjadi modal penting menghadapi tantangan Jakarta menuju usia 500 tahun. (Jakarta Smart City)
Kolaborasi Menjadi Kunci
Sebagai organisasi masyarakat yang bergerak di bidang pembangunan nasional dan pemberdayaan masyarakat, BINA BANGUN BANGSA memandang keberhasilan Jakarta tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.
Diperlukan kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, media, dan seluruh komunitas dan elemen masyarakat dalam mempercepat pembangunan, investasi, pelayanan publik, pemberdayaan UMKM, pendidikan, hingga penguatan ketahanan sosial.
“Kami percaya Jakarta akan semakin maju apabila seluruh elemen bangsa diberikan ruang untuk ikut berkontribusi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dan masyarakat juga harus menjadi bagian dari solusi dan tujuan pembangunan,” tegas Nur Ridwan.
Momentum Menuju Jakarta 500 Tahun
Menjelang usia Jakarta yang ke-500 pada tahun 2027, Nur Ridwan berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mampu menjaga konsistensi reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas investasi, memperkuat ruang terbuka hijau, mempercepat penyelesaian persoalan banjir, sampah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
BINA BANGUN BANGSA juga menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui berbagai program pembangunan, investasi sosial, penguatan kebijakan publik, serta pemberdayaan masyarakat.
“Apresiasi kami bukan sekadar bentuk penghargaan kepada kepala daerah, tetapi juga dukungan moral agar semangat membangun Jakarta terus dijaga. Kritik dan masukan akan tetap kami sampaikan secara konstruktif dan solutif apabila diperlukan, namun setiap capaian yang baik juga patut mendapatkan apresiasi. Pada akhirnya, keberhasilan Gubernur Jakarta adalah keberhasilan warga jakarta dan seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Nur Ridwan.
Ketua Umum BINA BANGUN BANGSA Apresiasi Kinerja Gubernur Pramono Anung, Jakarta Dinilai Bergerak ke Arah yang Tepat
Kearifan Lokal Kaili, Ketakwaan Islam, dan Pelajaran Besar dari Tragedi Palu
DPRD DKI Ingatkan BUMD DKI Untuk Optimalisasi Aset untuk PAD
