Jum. Mei 29th, 2026

Kemendes PDT: Kurban Berkah BAZNAS Jadi Instrumen Pemberdayaan dan Pengentasan Kemiskinan Desa

Tangerang Selatan, binabangunbangsa.com – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menegaskan bahwa ibadah kurban memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan desa melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan ketahanan pangan, dan pengentasan kemiskinan.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., melalui Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si., CIGS, Kepala Badan Pengembangan Informasi Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal sekaligus Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemendes PDT, dalam kegiatan Seremonial Kurban Berkah Berdayakan Desa Tahun 1447 H/2026 M yang diselenggarakan BAZNAS RI di Sanggar Segam Banjarnegara, Jurangmangu, Tangerang Selatan, Kamis (28/5/2026).

Baca Juga :  Maklumat 6 Mei 1950 Kembali Digaungkan, Penguatan Memori Sejarah Kota Palu Integrasi ke NKRI

Menurut Mulyadin Malik, semangat Idul Adha mengajarkan bahwa ketakwaan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kurban bukan sekadar prosesi penyembelihan hewan. Kurban adalah instrumen nyata pengentasan kemiskinan, penguatan gizi masyarakat, sekaligus pemersatu sosial di tingkat desa,” ujarnya saat menyampaikan sambutan mewakili Menteri Desa dan PDT.

Kurban Berkah Berdayakan Desa Perkuat Kemandirian Desa

Program Kurban Berkah Berdayakan Desa yang diinisiasi BAZNAS RI mendapat apresiasi dari Kemendes PDT karena dinilai mampu menempatkan desa sebagai pelaku utama dalam proses pemberdayaan masyarakat.

Mulyadin Malik menjelaskan bahwa desa tidak hanya menjadi penerima manfaat kurban, tetapi juga terlibat dalam proses pengelolaan, penyembelihan, hingga distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pendekatan tersebut dinilai selaras dengan arah kebijakan pembangunan desa yang menekankan pada kemandirian, partisipasi masyarakat, serta penguatan kapasitas lokal.

Baca Juga :  Menembus Batas Melalui Teknologi Uji Coba Internet Satelit di Dusun Pangi, Mersip, Sarolangun

“Ini adalah model pemberdayaan yang tepat: desa yang berdaya, bukan desa yang bergantung,” tegasnya.

Sinergi BAZNAS dan Kemendes PDT Diperluas ke Desa Tertinggal

Kemendes PDT berharap kerja sama antara BAZNAS RI dan pemerintah terus diperkuat agar manfaat program kurban dapat menjangkau lebih banyak desa tertinggal dan wilayah yang masih menghadapi tantangan pembangunan.

Melalui sinergi tersebut, dana zakat, infak, sedekah, dan kurban diharapkan dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan warga desa.

Kemendes PDT juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan ekosistem zakat nasional melalui UPZ Kementerian Desa dan PDT sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Kurban Presiden dan Wakil Presiden Disalurkan Melalui Program BAZNAS

Kegiatan Seremonial Kurban Berkah Berdayakan Desa turut menjadi bagian dari agenda pemotongan dan penyaluran hewan kurban Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden Republik Indonesia melalui BAZNAS RI.

Baca Juga :  Menteri Desa PDT Apresiasi Temu Raya BPD ke-II Sulteng, Dorong Kemandirian Desa

Program tersebut bertujuan memperluas manfaat kurban bagi masyarakat desa sekaligus memperkuat nilai gotong royong, solidaritas sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Selain seremoni penyerahan kurban, kegiatan juga diisi dengan peninjauan program Kurban Berkah Berdayakan Desa serta simbolisasi penyaluran bantuan kepada masyarakat penerima manfaat.

Kurban Sebagai Instrumen Pembangunan Desa

Kemendes PDT menilai bahwa semangat kurban memiliki relevansi kuat dengan agenda pembangunan nasional berbasis desa. Ketika nilai kepedulian sosial, gotong royong, dan pemberdayaan masyarakat berjalan beriringan, maka kurban tidak hanya menjadi ibadah tahunan, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Melalui momentum Idul Adha 1447 Hijriah, Kemendes PDT mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan kurban sebagai gerakan sosial yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat desa, meningkatkan kualitas hidup warga, dan mendorong lahirnya desa-desa yang semakin mandiri dan sejahtera. (Red)


Tinggalkan Balasan