![]()
Dalam beberapa tahun terakhir, Sulawesi Tengah menunjukkan geliat pembangunan yang patut diapresiasi. Laju pertumbuhan ekonominya melampaui banyak provinsi lain, terutama ditopang sektor industri dan ekspor. Namun, di balik angka-angka yang impresif, masih ada tantangan besar yang perlu ditangani: pemerataan hasil pembangunan dan kualitas tata kelola di daerah.
Pertumbuhan Ekonomi yang Melesat
Data dari Bank Indonesia menyebutkan bahwa pada triwulan IV 2024, PDRB Sulawesi Tengah menembus Rp 376,95 triliun, dengan pertumbuhan hampir 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Sektor industri pengolahan, khususnya di kawasan Morowali, menjadi motor utama. Meski begitu, kita perlu jujur: manfaat pertumbuhan ini belum sepenuhnya dirasakan merata, terutama di kabupaten dan desa tertinggal. Provinsi Sulawesi Tengah memiliki 1 Kota dan 12 Kabupaten.
Kemajuan di Sektor Pendidikan dan Kesehatan
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Tengah terus membaik. Pada tahun 2024, IPM tercatat di angka 72,24. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup warga, khususnya dalam aspek pendidikan dan harapan hidup. Masyarakat kini memiliki akses yang lebih baik ke sekolah dan layanan kesehatan, walau di beberapa wilayah pelosok di kabupaten dan desa masih butuh perhatian lebih.
Kemiskinan Turun, Tapi Ketimpangan Masih Ada
Jumlah penduduk miskin terus menurun: dari 12,4 persen di awal 2023 menjadi 11,04 persen di akhir 2024. Ini tentu kabar baik. Namun, kita juga tak bisa menutup mata bahwa di beberapa daerah, tingkat kemiskinan masih cukup tinggi. Ketimpangan ini menjadi PR besar bagi kita semua—baik pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta.
Pemerataan dan Tata Kelola
Salah satu tantangan utama adalah rendahnya serapan anggaran dan masih adanya catatan dari BPK soal tata kelola keuangan daerah. Selain itu, ekspansi industri yang pesat juga memunculkan persoalan lingkungan yang belum ditangani maksimal. Pemerintah daerah perlu lebih aktif membangun sistem pengawasan yang kuat dan melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan evaluasi pembangunan.
Saran Strategis
1. Percepat pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal dan kepulauan.
2. Dorong diversifikasi ekonomi lokal, termasuk pengembangan pariwisata, penguatan UMKM dan sektor kreatif.
3. Tingkatkan kualitas belanja daerah, terutama pada sektor pendidikan dan layanan dasar.
4. Perkuat dan perluas kesempatan partisipasi publik dan lembaga atau organisasi kemasyarakatan serta transparansi dalam pengambilan keputusan dan kebijakan.
5. Pastikan keberlanjutan lingkungan menjadi bagian dari kebijakan pembangunan jangka panjang.
Harapan Menata ke Depan
Sulawesi Tengah punya potensi besar, bukan hanya sebagai pusat industri, tapi juga sebagai provinsi yang unggul secara sosial dan ekologis. Kuncinya ada pada kemauan untuk memperbaiki, membenahi, dan melibatkan semua elemen masyarakat dalam proses pembangunan. Jika itu dilakukan, bukan tidak mungkin Sulawesi Tengah akan menjadi contoh baik bagi provinsi lain di Indonesia. (Red)
60 Tahun BKKKS DKI: Dari Jejak Pengabdian dan Harapan
Selamat dan Sukses, Dr. Drs. Mulyadin Malik Tandagimpu, M.Si.,CIGS Resmi Pimpin BMA Sulawesi Tengah 2026–2031
Dr. Mulyadin Malik Resmi dilantik Jadi Wakil Ketua FKPA, oleh Gubernur Sulawesi Tengah