Apa Itu Sektor Esensial dan Kritikal Dalam PPKM JAWA – BALI

Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), esensial artinya adalah perlu sekali, mendasar, dan hakiki. Sedangkan pengertian sektor menurut kamus tersebut adalah lingkungan suatu usaha.

Sementara itu, jika mengutip dari Cambridge Dictionary, ‘essential’ berarti ‘necessary or needed’ (penting atau dibutuhkan). Dan ‘critical’ mengandung pengertian ‘of the greatest importance’ yang berarti paling penting.

Apabila disimpulkan, sektor esensial berarti merupakan lingkungan usaha yang perlu sekali atau mendasar, sedangkan sektor kritikal berarti lingkungan usaha yang paling penting.

Dari segi pengertian, perbedaan keduanya kini telah dipahami. Selanjutnya, apabila mengacu pada Perubahan Kedua Instruksi Menteri dalam negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Jawa-Bali, contoh sektor esensial mencakup:

1. Keuangan dan perbankan, hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan (yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan (customer))

2. Pasar modal (yang berorientasi pada pelayanan dengan pelanggan (customer) dan berjalannya operasional pasar modal secara baik)

3. Teknologi informasi dan komunikasi meliputi operator seluler, data center, internet, pos, media terkait dengan penyebaran informasi kepada masyarakat

4. Perhotelan non penanganan karantina, dan

5. Industri orientasi ekspor dimana pihak perusahaan harus menunjukkan bukti contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama 12 (dua belas) bulan terakhir atau dokumen lain yang menunjukkan rencana ekspor dan wajib memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri IOMKI)

Berbeda dengan sektor esensial, sektor kritikal memiliki lebih banyak cakupan, yakni:

1. Kesehatan

2. Keamanan dan ketertiban masyarakat

3. Penanganan bencana

4. Energi

5. Logistik, transportasi dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat

6. Makanan dan minuman serta penunjangnya, termasuk untuk ternak/hewan peliharaan

7. Pupuk dan petrokimia

8. Semen dan bahan bangunan

9. Obyek vital nasional

10. Proyek strategis nasional

11. Konstruksi (infrastruktur publik)

12. Utilitas dasar (listrik, air dan pengelolaan sampah)

Sementara itu, Centers for Disease Control (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menetapkan sektor kritikal menjadi 16 bagian. Organisasi ini mengacu pada Cybersecurity & Infrastructure Security Agency (CISA) US, yaitu:

1. Sektor kimia

2. Sektor fasilitas komersial

3. Sektor komunikasi

4. Sektor manufaktur kritikal

5. Sektor bendungan

6. Sektor basis industri pertahanan

7. Sektor layanan darurat

8. Sektor energi

9. Sektor jasa keuangan

10. Sektor pangan dan pertanian

11. Sektor fasilitas pemerintah

12. Sektor pelayanan kesehatan dan kesehatan masyarakat

13. Sektor teknologi informasi

14. Reaktor nuklir, material, dan limbah

15. Sektor sistem transportasi

16. Sektor sistem air dan air limbah

Itu dia perbedaan pengertian sektor esensial dan kritikal beserta contohnya.  (novia/detik)