Harapan Bina Bangun Bangsa Kepada Dewan Pers periode 2019-2022

Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) Dewan Pers telah memilih sembilan nama anggota Dewan Pers periode 2019-2022.

Ketua BPPA, Margiono mengatakan, sembilan nama tersebut dipilih sebagai anggota Dewan Pers untuk mewakili unsur wartawan, unsur perusahaan pers, dan tokoh masyarakat.

Badan Pekerja memilih mereka setelah mengumumkan 13 nama calon anggota Dewan Pers pada awal November lalu untuk mendapat masukan dari publik.

“Kami mengapresiasi masukan dari pelbagai kalangan masyarakat. Masukan tersebut menjadi bahan pertimbangan anggota BPPA dalam memilih para calon,” kata Margiono dalam keterangan tertulis, seperti yang di lansir dari dari RMOL, Sabtu (1/12).

Sembilan nama anggota Dewan Pers terpilih adalah Arif Zulkifli, Hendry Ch Bangun, dan Jamalul Insan yang mewakili unsur wartawan;  Ahmad Djauhar, Agung Darmajaya, dan Asep Setiawan yang mewakili unsur perusahaan pers; serta Agus Sudibyo, Hassanein Rais, dan Mohammad Nuh yang mewakili unsur tokoh masyarakat.

Sembilan anggota Dewan Pers terpilih juga telah menandatangani fakta integritas bahwa mereka berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi menjaga wibawa lembaga Dewan Pers, menegakkan kemerdekaan pers, meningkatkan profesionalisme media massa, serta mengupayakan pemenuhan hak publik atas informasi.

Anggota Dewan Pers terpilih menghadapi tantangan yang tidak ringan. Karena itu, mereka meneken fakta integritas sebagai komitmen tertulis. Konsekuensinya serius. Mereka harus mundur bila melanggar komitmen tersebut,” ujar Margiono.

Di tempat terpisah, Ketua Umum Bina Bangun Bangsa, Nur Ridwan, menyambut baik atas terpilihnya Dewan Pers terpilih periode 2019-2022. Harapannya agar Dewan Pers ke depan selain melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, sebagai salah satu pilar Demokrasi, Pers juga harus dapat menjadi lembaga yang memberikan edukasi pencerahan publik atau masyarakat, sebagai tanggung jawab moral dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara agar terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kerangka Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.(Adm)