![]()
Makna yang Harus Dihidupkan, Bukan Sekadar Dirayakan
Indonesia memasuki usia 80 tahun kemerdekaan. Usia yang tidak lagi muda, namun masih menyisakan banyak pekerjaan rumah untuk memastikan bahwa semangat kemerdekaan benar-benar hadir dalam kehidupan rakyat sehari-hari.
Tema besar tahun ini—“Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”—bukan hanya untaian kata yang indah. Ia adalah janji kolektif. Sebuah arah yang seharusnya mengikat seluruh unsur bangsa: dari pengambil kebijakan hingga rakyat di rumah dan di desa-desa, dari ruang parlemen hingga kampung-kampung dan pasar-pasar kecil di pelosok dan seantero negeri.
Logo HUT ke-80 yang digagas oleh Sekretariat Negara menggambarkan perjalanan panjang bangsa dengan garis tunggal yang utuh dan saling menyatu. Ini bukan sekadar bentuk estetika, tapi simbol tentang bagaimana kita seharusnya berjalan bersama—saling terhubung, saling menguatkan, dan tidak meninggalkan siapa pun di belakang.
Namun, kita harus jujur. Kemerdekaan belum dirasakan sepenuhnya oleh seluruh rakyat.
Masih banyak yang kesulitan mengakses pendidikan dan layanan kesehatan, kesulitan pangan, sandang dan papan. Masih banyak yang menganggur, atau terpaksa jadi ojol karena lapangan kerja yang semakin langka. Masih banyak mahasiswa bingung mau ke mana dan mau ngapain. Masih banyak petani, nelayan, buruh, dan pelaku UMKM yang belum merasakan keadilan ekonomi.
Persatuan bukan sekadar foto bersama atau jargon semata
Persatuan yang sejati hadir ketika kebijakan negara mampu mengayomi semua golongan, menghargai perbedaan, dan menghapus jurang ketimpangan.
Kedaulatan pun bukan sekadar kata. Ia harus terwujud dalam kepemilikan atas sumber daya, dalam kemampuan menentukan arah pembangunan, dan dalam keberanian untuk berdiri di atas kaki sendiri.
Momentum untuk Meneguhkan Komitmen
Usia 80 tahun kemerdekaan adalah momentum untuk bertanya kepada diri sendiri, sebagai rakyat:
Apakah pembangunan hari ini sudah sungguh-sungguh berpihak pada rakyat?
Apakah suara rakyat kecil masih didengar?
Apakah arah kemajuan yang kita tempuh benar-benar membawa keadilan dan kesejahteraan?
Jangan biarkan peringatan kemerdekaan hanya jadi seremoni tahunan.
Rayakanlah dengan keberanian untuk memperbaiki. Hidupkanlah dengan komitmen untuk lebih berpihak kepada Rakyat pemilik negeri.
Dan buktikanlah bahwa Indonesia yang bersatu, berdaulat, sejahtera, dan maju bukan hanya visi, tetapi kenyataan yang bisa dirasakan oleh seluruh anak bangsa.(Red)
Kehilangan Indonesia
DPN Bina Bangun Bangsa Surati Presiden, Minta Atensi Perlindungan Tanah Adat Tomakaka Balutan
DPN BINA BANGUN BANGSA DUKUNG INOVASI BOBIBOS BBM BERBASIS NABATI MENUJU KEDAULATAN ENERGI