Jakarta, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menerima Gerakan Kebangkitan Indonesia (GKI) di ruang kerja Ketua DPR RI, Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis  (01/2/18). Beberapa tokoh GKI yang hadir antara lain Prijanto, Batara Hutagalung, Marwan Batubara, Lily Wahid, Umar Abduh, Nata S Pane, Hatta Taliwang, Dodi Makmum Murod, dr. Zulkifli, Rahmah Hasyim, Ariady Achmad, Dina Fitria, Rahmat Hidayat, Wawat Kurniawan, Nur Ridwan.

Bamsoet menyampaikan terimakasih atas berbagi saran, ide pemikiran, maupun pandangan yang disampaikan dari berbagai tokoh GKI. “Saya sudah mencatat berbagai ide, masukan, maupun permasalahan yang disampaikan. Ada banyak sekali, dari mulai bidang politik, ekonomi, sosial, maupun budaya,” ujar Bamsoet.

Mengenai UUD 1945, Bamsoet menjelaskan dirinya beberapa waktu lalu sudah bertemu Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Hasilnya, UKP-PIP nanti akan menjadi sebuah Badan Pembinaan Idelogi Pancasila tersendiri.

“DPR RI bersama UKP-PIP yang nantinya akan menjadi badan, akan membuat Legislatif Review untuk mengkaji apakah undang-undang yang telah dibuat telah mengandung semangat dan roh  Pancasila dan UUD 1945,” jelas politisi Partai Golkar ini.

Dalam pertemuan tersebut, ia juga  memohon doa dari para tokoh agar dirinya bisa menjalankan amanah sebagai Ketua DPR RI dengan sebaik-baiknya. Ia juga menjelaskan selalu membuka pintu ruang kerjanya bagi siapa saja yang ingin datang menyampaikan aspirasi.

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Prijanto menjelaskan bahwa Gerakan Kebangkita Indonesia ini berawal dari Group Whatsapp yang dinamakan Peduli Negara. Kemudian berkembang hingga akhirnya menjadi sebuah gerakan yang dinamakan Gerakan Kebangkitan Indonesia.

GKI menurut Prijanto bukanlah gerakan politik. Melainkan gerakan moral yang diisi tokoh dari berbagai disiplin ilmu yang mempunyai kesamaan pandangan mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, tentram, adil, dan makmur.

Sebelum menyampaikan berbagai ide dan pemikirannya, GKI terlebih dahulu mengucapkan selamat kepada Bambang Soesatyo yang kini menerima amanah sebagai Ketua DPR RI. “Mas Bambang tokoh yang egaliter, menampilkan sesuatu apa adanya tanpa ditutupi, tidak kaku dan protokoler. Saya senang karena dengan demikian kita sebagai rakyat bisa dengan mudah berdiskusi dan menyampaikan berbagai pemikiran,” ujar Hatta Taliwang.

Dalam pertemuan tersebut, GKI menyampaikan keprihatinannya. Misalnya, menurut GKI terlalu banyak lembaga keuangan internasional ikut campur dalam sistem perekonmian Indonesia.

Selain itu, GKI mengajak DPR RI melalui Badan pengkajian MPR RI yang anggotanya juga para anggota DPR untuk mengadakan  forum dialog dengan para intelektual dan para tokoh dari berbagai disiplin ilmu.

“Dialog ini penting untuk menelaah kembali konstitusi kita apakah sudah dijalankan sesuai dengan ketentuan yang semestinya atau belum. Adanya wacana untuk kembali kepada UUD 1945 asli yang disempurnakan, barangkali dapat dipertimbangkan,” jelas Prijanto.

Sementara itu, Lily Wahid meminta secara khusus kepada Bamsoet agar DPR RI menyetop membayar beban bunga obligasi rekapitulasi eks BLBI, serta perbaikan sistem ekonomi nasional agar BUMN tetap menjadi milik negara. (sc)

https://binabangunbangsa.com/wp-content/uploads/2018/04/GKI-dgn-Ketua-DPR-RI-1024x574.jpghttps://binabangunbangsa.com/wp-content/uploads/2018/04/GKI-dgn-Ketua-DPR-RI-150x150.jpgAdminHeadlinesNasionaldpr,gerakan kebangkitan indonesiaJakarta, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menerima Gerakan Kebangkitan Indonesia (GKI) di ruang kerja Ketua DPR RI, Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis  (01/2/18). Beberapa tokoh GKI yang hadir antara lain Prijanto, Batara Hutagalung, Marwan Batubara, Lily Wahid, Umar Abduh, Nata S Pane, Hatta Taliwang, Dodi Makmum...Bersatu Berkarya Bersama