JAKARTA – Banyaknya masyarakat Indonesia yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menimbulkan terjadinya persoalan ekonomi di banyak sektor.

Salah satunya adalah melemahnya daya beli hingga terjadinya konflik sosial di mana-mana, tak terkecuali di Jakarta. Tak ayal, akhirnya masyarakat pun memilih untuk berwirausaha dengan berbasis pada Bisnis UMKM.

Oleh karena itu, sebagai salah satu Manajemen Sistem Kewirausahaan, Konektifa meluncurkan produk bernama Poskokoni yang bekerjasama dengan Jaringan OK-OCE yang dipimpin oleh Indra Uno.

CEO Konektifa, Ardi Arif Suden menjelaskan awal mula kerjasama antara OK-OCE dengan Konektifa sejak tahun 2017.

“Ini kita lakukan dalam rangka memajukan UMKM di Indonesia bersinergi dg Jaringan Wirausaha OK-OCE (JWO). Kita pertama kali bertemu melalui coach Faran. Kita ingin benar-benar mempertemukan para wirausahawan di Jakarta dalam rangka memberdayakan ekonomi kerakyatan,” jelas Ardi di sela-sela acara OK-OCE Konektifa di Rumah Partisipasi, Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10).

Adapun mengenai Poskokoni itu sendiri, ditambahkan Ardi, adalah tambahan peluang usaha dari Konektifa, khusus para pengusaha yang bergerak di bidang sembako.

“Kenapa khusus sembako? karena tujuan utama kita adalah membantu masyarakat, karena semua orang butuh sembako sebagai kebutuhan primer,” tambah pria berusia 28 tahun ini.

Sejauh ini, Konektifa telah memiliki lebih dari 50 posko yang tersebar di 247 Kelurahan di Jakarta. Sebagian besar posko Konektifa berada di Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

“Untuk di Jakarta Selatan, kami juga ada di daerah Cipete,” jelasnya.

Dengan adanya kerjasama dengan OK-OCE ini, Konektifa berkomitmen untuk terus mendorong dan menciptakan adanya peluang usaha baru.

“Dan bukan tidak mungkin, ke depan kami ingin ada wirausahawan muda yang memiliki konektifitas yang baik dan bisa serius memajukan ekonomi warga Jakarta,” tutup Ardi.

JAKARTA – Banyaknya masyarakat Indonesia yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menimbulkan terjadinya persoalan ekonomi di banyak sektor.

Salah satunya adalah melemahnya daya beli hingga terjadinya konflik sosial di mana-mana, tak terkecuali di Jakarta. Tak ayal, akhirnya masyarakat pun memilih untuk berwirausaha dengan berbasis pada Bisnis UMKM.

Oleh karena itu, sebagai salah satu Manajemen Sistem Kewirausahaan, Konektifa meluncurkan produk bernama Poskokoni yang bekerjasama dengan Jaringan OK-OCE yang dipimpin oleh Indra Uno.

CEO Konektifa, Ardi Arif Suden menjelaskan awal mula kerjasama antara OK-OCE dengan Konektifa sejak tahun 2017.

“Ini kita lakukan dalam rangka memajukan UMKM di Indonesia bersinergi dg Jaringan Wirausaha OK-OCE (JWO). Kita pertama kali bertemu melalui coach Faran. Kita ingin benar-benar mempertemukan para wirausahawan di Jakarta dalam rangka memberdayakan ekonomi kerakyatan,” jelas Ardi di sela-sela acara OK-OCE Konektifa di Rumah Partisipasi, Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10).

Adapun mengenai Poskokoni itu sendiri, ditambahkan Ardi, adalah tambahan peluang usaha dari Konektifa, khusus para pengusaha yang bergerak di bidang sembako.

“Kenapa khusus sembako? karena tujuan utama kita adalah membantu masyarakat, karena semua orang butuh sembako sebagai kebutuhan primer,” tambah pria berusia 28 tahun ini.

Sejauh ini, Konektifa telah memiliki lebih dari 50 posko yang tersebar di 247 Kelurahan di Jakarta. Sebagian besar posko Konektifa berada di Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

“Untuk di Jakarta Selatan, kami juga ada di daerah Cipete,” jelasnya.

Dengan adanya kerjasama dengan OK-OCE ini, Konektifa berkomitmen untuk terus mendorong dan menciptakan adanya peluang usaha baru.

“Dan bukan tidak mungkin, ke depan kami ingin ada wirausahawan muda yang memiliki konektifitas yang baik dan bisa serius memajukan ekonomi warga Jakarta,” tutup Ardi. (Suara.co/RDB)

https://binabangunbangsa.com/wp-content/uploads/2017/10/konektifa-1024x768.jpghttps://binabangunbangsa.com/wp-content/uploads/2017/10/konektifa-150x150.jpgAdminMetropolitankonektifa,oke-oce,rumah partisipasiJAKARTA – Banyaknya masyarakat Indonesia yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menimbulkan terjadinya persoalan ekonomi di banyak sektor. Salah satunya adalah melemahnya daya beli hingga terjadinya konflik sosial di mana-mana, tak terkecuali di Jakarta. Tak ayal, akhirnya masyarakat pun memilih untuk berwirausaha dengan berbasis pada Bisnis UMKM. Oleh karena itu, sebagai salah satu Manajemen Sistem...Bersatu Berkarya Bersama