Jakarta – Dalam rangka mencetak pewira usaha baru dan ​Model​ ​Bisnis​ ​Rumahan​ ​untuk​ ​Masyarakat​ ​Jakarta, OK OCE dan Konektifa meresmikan kerja sama model bisnis rumahan dalam acara santai sore di Rumah Partisipasi Jl. Borobudur Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/10/2017).

Sejak pertengahan 2017, Konektifa telah menjadi penyedia teknologi dan model bisnis untuk berbagai Komunitas UKM di Indonesia termasuk OK OCE. Salah satu program dari Konektifa yang telah dinikmati oleh anggota OK OCE adalah Posko Koni​.

Santai sore ini kemudian menjadi momentum perayaan kerja sama Konektifa dan OK OCE yang telah terjalin.

Posko Koni adalah model bisnis dari Konektifa di mana masyarakat dapat berjualan sekaligus menjadi titik distribusi kebutuhan sehari-hari. Penanggung jawab Posko, yang disebut Manggala, akan menawarkan kebutuhan sembako (beras, minyak, tepung, dll) kepada masyarakat di wilayah domisilinya.

Posko berhak mendapatkan komisi 2% dari transaksi di Posko-nya, serta 1% dari kostumer referalnya. Posko juga difasilitasi dengan plafon pinjaman sejumlah Rp3.000.000,- dalam bentuk
barang. Dengan sistem wilayah per kelurahan, model bisnis Posko menargetkan distribusi yang
mengandalkan kekerabatan masyarakat.

Ketua Umum OK OCE, Prof. Indra Uno menyampaikan materi utama “Percepatan Ekonomi dengan Usaha Rumahan​” dihadapan 200 tamu yang mayoritas adalah UKM anggota OK OCE.

Dikatakan Uno, Indonesia masih tertinggal dengan negara lain, karena pelaku usahanya masih minim. Dibanding dengan Singapura yang sudah mencapai 7% Thailand di atas 3%, Malaysia 5%. Sedangkan Indonesia masih di bawah 2%.

Untuk itu tujuan dari perkumpulan gerakan OK OCE adalah menciptakan Pewirausaha baru dengan memberikan pelatihan dan pendampingan. Kelebihan dari OK. OCE adalah melakukan pendampingan hingga usahanya stabil dan meningkat. Dan target OK OCE dalam lima tahun ke depan dapat mencetak pewirausaha baru minimal 2% dari 10 juta penduduk DKI Jakarta, atau berkisar 200.000 orang.

Perizinan usaha yang selama ini masih menjadi kendala bagi usaha kecil dengan zona sistim. Pemprov DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Gubernur Baswedan, akan merevisi sistim ini. PTSP harus dapat mempermudah proses perizinan, dan kebijakan tentang zonasi pemprov DKI Jakarta harus dikaji ulang .

OKE OCE mengajak para penggiat kemasyarakatan untuk memperbanyak pewirausaha baru, setidaknya ikut mensosialisasikan program ini, sebab dengan semakin banyak pewirausaha, semakin meningkatkan pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Menurut Vicktor Aritonang, Founder Posko Koni, model bisnis Posko Koni diawali dengan keyakinan bahwa pendampingan usaha rumahan tidak perlu mewajibkan modal finansial maupun pengalaman. “Untuk membangun bisnis tidak mengedepankan skill, knowledge, karena nomor satu tetap integritas”, kata Vicktor kepada Wartawan.

Menurut dia, di bulan pertama saja, salah satu Posko sudah bisa mampu menghasilkan omzet Rp15 juta. Saat ini sudah ada 57 Posko yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan akan terus merambah ke seluruh wilayah Indonesia.

Acara ditutup dengan penyerahan secara simbolis aplikasi khusus Posko Koni. (Fir/Berita360)

https://binabangunbangsa.com/wp-content/uploads/2017/10/konektifa-1024x768.jpghttps://binabangunbangsa.com/wp-content/uploads/2017/10/konektifa-150x150.jpgAdminMetropolitankonektifa,oke-oce,poskokoniJakarta – Dalam rangka mencetak pewira usaha baru dan ​Model​ ​Bisnis​ ​Rumahan​ ​untuk​ ​Masyarakat​ ​Jakarta, OK OCE dan Konektifa meresmikan kerja sama model bisnis rumahan dalam acara santai sore di Rumah Partisipasi Jl. Borobudur Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/10/2017). Sejak pertengahan 2017, Konektifa telah menjadi penyedia teknologi dan model bisnis...Bersatu Berkarya Bersama