Sab. Okt 10th, 2026
Hari Desa

Peluncuran Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Desa 2026–2027

Sinergi BUMDes, MBG, dan Kopdes Merah Putih untuk Masyarakat Desa

Bandung Barat, BINA BANGUN BANGSA — Peluncuran Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Desa 2026–2027 pada Sabtu, 10 Oktober 2026, menjadi momentum memperkuat peran desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan nasional. Acara diadakan di Lapangan Panglejar, Kecamatan Cikalong, Wetan, kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, pembangunan desa diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan.

Baca Juga :  Kementerian Desa PDT dan Pemkab Jayapura Bahas Percepatan Badan Hukum Kopdeskel Merah Putih

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mendorong pembangunan desa yang bertumpu pada potensi lokal, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan kolaborasi lintas sektor.

BUMDes, Kopdes Merah Putih, dan MBG Saling Menguatkan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) membuka peluang bagi desa untuk memperkuat ekonomi produktif. BUMDes, koperasi, petani, peternak, nelayan, dan UMKM dapat terhubung dalam rantai pasok pangan, sepanjang memenuhi standar kualitas, kebutuhan pasar, dan ketentuan pengadaan.

Kementerian Desa PDT memiliki peran strategis dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta penguatan kelembagaan usaha desa.

Baca Juga :  Ketua Umum IKDST Apresiasi dan Dukung Pengembangan Kopdeskel Merah Putih Besusu Tengah

BUMDes dan KDKMP tidak harus bersaing. Keduanya dapat saling melengkapi melalui pembagian peran yang jelas, tata kelola profesional, dan kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Jika dikelola secara tepat, kebutuhan pangan MBG dapat menjadi peluang pasar bagi produsen desa, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan, penyerapan tenaga kerja, dan nilai tambah komoditas lokal.

Peran BPI dalam Mendukung Program Presiden

Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal (BPI), Dr. Mulyadin Malik, M.Si., CIGS, memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan pembangunan desa melalui penguatan informasi, kajian kebijakan, pemetaan potensi, dan pengembangan kapasitas.

Dukungan tersebut dapat memperkuat sinergi BUMDes, KDKMP, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui pemetaan produsen lokal, kebutuhan pangan, kapasitas pasokan, serta peluang kemitraan usaha.

Baca Juga :  Dialog Menteri Desa PDTT dengan Kepala Desa dan Kelompok Tani

Pendekatan berbasis data juga penting untuk memastikan program pembangunan tepat sasaran, menghindari tumpang tindih, dan memperkuat akuntabilitas.

Di sisi lain, setiap kemitraan harus memperhatikan kelayakan usaha, kepastian pembayaran, keamanan pangan, transparansi, serta perlindungan produsen kecil.

Membangun Desa, Memperkuat Indonesia

Hari Desa Nasional 2027 diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, BUMDes, koperasi, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari jumlah program atau besarnya anggaran, tetapi dari peningkatan pendapatan warga, terbukanya lapangan kerja, berkembangnya usaha lokal, dan membaiknya pelayanan publik.

Sinergi Kemendes PDT, BPI, BUMDes, KDKMP, dan MBG dapat menjadi bagian penting dalam menerjemahkan Asta Cita ke dalam kegiatan ekonomi yang nyata dan membawa banyak manfaat di desa.

Desa maju, Masyarakat Sejahtera, Indonesia Kuat.

#Bangun Desa, Bangun Indonesia

Tinggalkan Balasan