Rab. Okt 28th, 2026
mulyadin malik gen z

Dr. Mulyadin Malik: Desa Jadi Panggung Gen Z Menuju Indonesia Emas 2045

JAKARTA, BINA BANGUN BANGSA — Persiapan Generasi Z menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan penguatan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam teknologi, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi, kepemimpinan, dan kemampuan berinovasi. Desa dinilai menjadi salah satu ruang strategis untuk mengembangkan potensi generasi muda sekaligus mendorong pembangunan nasional.

Gagasan tersebut disampaikan Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si., CIGS., Kepala Badan Pengembangan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, dalam kegiatan Bedah Buku & Gen-Z Talk: Mempersiapkan Generasi Z Menuju Indonesia Emas 2045 yang diselenggarakan Ikatan Doktor Ilmu Manajemen (IKADIM), Selasa (27/10/2026), di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta. Mulyadin hadir sebagai pembicara kunci dengan paparan bertajuk Desa sebagai Panggung Kepemimpinan, Kompetensi, dan Inovasi Gen Z.

Bonus Demografi Membutuhkan Persiapan

Dalam paparannya, Mulyadin menyoroti besarnya potensi Generasi Z dalam menentukan masa depan Indonesia. Namun, bonus demografi tidak otomatis menghasilkan kemajuan apabila tidak disertai kesiapan sumber daya manusia dan kesempatan yang memadai bagi generasi muda untuk mengembangkan kapasitasnya.

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran Mendorong Lahirnya Inovasi dan Peningkatan Kinerja

Materi presentasinya mencatat bahwa Generasi Z mencakup 24,93 persen penduduk Indonesia, sementara 68,94 persen penduduk berada dalam kelompok usia produktif 15–64 tahun. Di sisi lain, proporsi pemuda usia 15–24 tahun yang tidak bekerja, tidak bersekolah, dan tidak mengikuti pelatihan atau berstatus NEET mencapai 19,44 persen pada 2025.

Tantangan tersebut juga terlihat di perdesaan. Data 2023 yang dikutip dalam materi menunjukkan proporsi NEET pemuda perdesaan sebesar 24,79 persen, lebih tinggi daripada perkotaan yang mencapai 20,40 persen.

Kondisi ini memperkuat pentingnya peningkatan kompetensi, keterampilan nonteknis, akses pelatihan, serta kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi dan pembangunan.

Empat Pilar Pengembangan Gen Z

Mulyadin memaparkan empat pilar yang perlu diperkuat untuk mempersiapkan Generasi Z menuju Indonesia Emas 2045, yaitu karakter, kompetensi, kepemimpinan dan partisipasi, serta inovasi dan kewirausahaan.

Penguatan karakter mencakup integritas, nasionalisme, toleransi, dan kepedulian sosial. Sementara itu, pengembangan kompetensi perlu diarahkan pada keterampilan digital, soft skills, life skills, pendidikan vokasi, dan kesesuaian keterampilan dengan kebutuhan dunia kerja.

Baca Juga :  MENJELANG ACARA MUBES IKST 10 September 2022

Generasi muda juga perlu memperoleh ruang untuk berpartisipasi dalam organisasi, musyawarah desa, dan kegiatan masyarakat. Pada saat yang sama, kreativitas dan kemampuan memanfaatkan teknologi perlu dikembangkan menjadi inovasi serta kegiatan kewirausahaan yang memberikan nilai tambah.

Keempat pilar tersebut menegaskan bahwa kemampuan teknologi perlu berjalan beriringan dengan karakter dan etika agar generasi muda mampu menjadi pemimpin yang kompeten dan bertanggung jawab.

Desa sebagai Ruang Kepemimpinan dan Inovasi

Salah satu pokok penting dalam paparan Mulyadin adalah penempatan desa sebagai ruang nyata bagi Generasi Z untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi dalam pembangunan.

Terdapat empat kanal yang dapat dimanfaatkan, yakni BUM Desa dan Dana Desa, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, desa wisata dan ekonomi kreatif, serta pengembangan data dan informasi desa.

Melalui kanal tersebut, generasi muda dapat terlibat dalam pengembangan usaha lokal, pemasaran digital, pengelolaan potensi wisata, penguatan produk unggulan, hingga pemanfaatan data untuk mendukung perencanaan pembangunan.

Materi paparan juga menampilkan praktik baik dari Desa Nglanggeran di Gunungkidul, Ponggok di Klaten, Pujon Kidul di Malang, dan Panggungharjo di Bantul. Keempat contoh tersebut memperlihatkan peran kepemimpinan lokal, keterlibatan pemuda, kelembagaan desa, dan kolaborasi dalam mengembangkan potensi ekonomi maupun inovasi pelayanan.

Baca Juga :  Dr. Mulyadin Malik Dorong Penguatan Regulasi Kebudayaan Sulawesi Tengah dalam FGD PAPPRI Sulteng

Mulyadin turut mengajak Generasi Z untuk mengenali potensi desanya berdasarkan data, menguasai keterampilan digital dan kewirausahaan, terlibat dalam kelembagaan desa, membangun kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan media, serta menjaga integritas dan kearifan lokal.

Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045

Kegiatan IKADIM tersebut juga menghadirkan sesi Gen-Z Talk yang menampilkan Anwar Khalidi, Desta Rustanto, dan David Ary Nathanael Setiawan. Ketiganya berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk pendampingan pembelajaran mengaji, pengembangan aplikasi pembelajaran, serta pembangunan jejaring dan kampanye publik.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan agenda ngonten bareng dan Deklarasi Gen Z untuk Indonesia Emas 2045 yang mengusung moto “Bersatu, Berkarya, dan Berdampak.”

Melalui forum tersebut, IKADIM mendorong penguatan kolaborasi antara akademisi, profesional, dan generasi muda dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan berintegritas.

Gagasan Mulyadin menegaskan bahwa pembangunan Indonesia menuju 2045 perlu dimulai dengan mempersiapkan manusia yang mampu memanfaatkan peluang, mengembangkan potensi lokal, dan menciptakan solusi bagi masyarakat.

Bonus demografi hanya menjadi bonus jika disiapkan, dan desa adalah salah satu panggung strategis untuk memulainya.

mulyadin malik gen z

Tinggalkan Balasan