Depok, BINABANGUNBANGSA.com, – Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) secara tegas menyatakan komitmennya untuk turut mengambil bagian dalam pembangunan nasional. Termasuk menghadapi tantangan dan dinamika di tingkat global. Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum KBPP Polri, Evita Nursanty. Saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Gedung Satya Haprabu, Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok (Antara News, RRI).
Rapimnas kali ini mengangkat tema “Meneguhkan Peran Strategis KBPP Polri dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045”. Harapan menjadi refleksi atas komitmen organisasi dalam menjawab tantangan kebangsaan jangka panjang.

Evita menjelaskan bahwa Rapimnas menjadi momentum strategis untuk menguatkan solidaritas dan visi bersama seluruh jajaran KBPP Polri. “Rapimnas KBPP Polri menjadi momentum penting bagi kami untuk menguatkan komitmen dan menyatukan kekuatan di tengah dinamika global yang kurang kondusif”.
Menurut Evita, KBPP Polri lahir dari semangat pengabdian dan memiliki tanggung jawab moral — yaitu menjaga marwah institusi Polri. Dan sebagai “anak kandung” Polri, KBPP Polri diharapkan pula menjadi garda pengabdian kepada bangsa, negara, dan masyarakat.
Hadir Pengurus Pusat dan Daerah

Rapimnas ini dihadiri oleh sekitar 375 peserta dari seluruh pengurus pusat dan daerah. Termasuk PJU Brimob Komjen Imam Widodo. Turut hadir pula Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si, CIGS, selaku Pengurus Pusat KBPP Polri bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK). Ia menyoroti pentingnya kaderisasi berkelanjutan untuk melahirkan pemimpin bangsa masa depan yang tangguh dan berintegritas.

Menurut Mulyadin, sinergi antar anggota serta revitalisasi program kaderisasi harus menjadi prioritas utama agar KBPP Polri tetap eksis dalam dinamika pembangunan bangsa dan negara.
Penguatan Organisasi dan Transformasi Digital
Evita menyebutkan bahwa Rapimnas tidak hanya menjadi forum silaturahmi dan konsolidasi, tetapi juga ruang evaluasi menyeluruh terhadap program kerja. Isu-isu seperti transformasi digital, penguatan kelembagaan, hingga pemberdayaan ekonomi kader menjadi agenda utama.
“Organisasi harus adaptif dan responsif terhadap perubahan. Digitalisasi akan menjadi landasan program kami ke depan,” kata Evita.
Sinergi UMKM dengan KBPP Polri

Rapimnas juga menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara KBPP Polri dan Kementerian UMKM. Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman, kedua pihak sepakat untuk bersama memberdayakan kader KBPP Polri dalam bidang kewirausahaan dan pengembangan UMKM.
Evita berharap, kerja sama itu akan mendorong lahirnya wirausahawan baru dari kalangan anggota dan pengurus KBPP Polri. Menteri UMKM Maman Abdurachman menambahkan, pihaknya juga siap mendukung kader yang telah memiliki usaha agar berkembang. Serta memberi akses bagi mereka yang belum memiliki usaha agar bisa memulainya.
Lebih jauh, sinergi ini juga mencakup pelindungan dan pemberdayaan, dengan KBPP Polri dan Polri di tingkat daerah sebagai mediator jika terjadi hambatan hukum atau administratif dalam UMKM.
Kaderisasi Nasional Tingkatkan Kualitas Kepemimpinan
Sebelum Rapimnas, KBPP Polri telah menyelesaikan program Kaderisasi Putra Bhayangkara Utama IV pada 24–27 Juli 2025 di Satlat Brimob Cikeas. Kegiatan yang diikuti 263 peserta — terbanyak dalam sejarah kaderisasi — bertujuan melahirkan pemimpin muda yang unggul, berkarakter kebangsaan, dan siap mengabdi kepada bangsa dan negara.
Evita menyatakan, kaderisasi menjadi langkah strategis menjaga kesinambungan organisasi dan memperkuat peran KBPP Polri sebagai agen pembangunan nasional. (RHT)
Maklumat 6 Mei 1950 Kembali Digaungkan, Penguatan Memori Sejarah Kota Palu Integrasi ke NKRI
60 Tahun BKKKS DKI: Dari Jejak Pengabdian dan Harapan
Selamat dan Sukses, Dr. Drs. Mulyadin Malik Tandagimpu, M.Si.,CIGS Resmi Menjadi Ketua Umum BMA Sulawesi Tengah 2026–2031