Ming. Sep 27th, 2026
Prof Bahrullah Akbar

Prof. Dr. Bahrullah Akbar: Dari Auditor Negara, Wakil Ketua BPK hingga Komut Bank Syariah Nasional

Profil, Sosok dan Kiprahnya dari Daerah ke Tingkat Nasional

Jakarta, BINA BANGUN BANGSA — Prof. Dr. Bahrullah Akbar merupakan salah satu figur yang memiliki perjalanan panjang di persimpangan pengawasan keuangan negara, pemerintahan, akademik, dan tata kelola sektor perbankan.

Namanya dikenal luas setelah menjalani karier panjang di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), termasuk dipercaya menjadi Wakil Ketua BPK RI periode 2017–2019. Di dunia akademik, Bahrullah juga dikenal sebagai Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Setelah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Komisaris Utama Independen Bank DKI, kiprah Bahrullah berlanjut di sektor perbankan syariah nasional. Ia kini dipercaya sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen Bank Syariah Nasional (BSN).

PROFIL SINGKAT

Prof. Dr. Bahrullah Akbar adalah akademisi dan praktisi keuangan publik dengan pengalaman sebagai auditor BPK RI, Anggota BPK RI, Wakil Ketua BPK RI, Guru Besar IPDN, Komisaris Utama Independen Bank DKI, serta Komisaris Utama/Independen Bank Syariah Nasional.

Dari Auditor BPK hingga Pimpinan Lembaga Negara

Perjalanan profesional Bahrullah Akbar dibangun melalui pengalaman panjang di bidang pemeriksaan dan pengawasan keuangan negara.

Ia mengawali karier sebagai auditor BPK RI dan kemudian dipercaya sebagai Widyaiswara BPK RI. Pengalaman tersebut menjadi fondasi sebelum dirinya memasuki jajaran Anggota BPK RI.

Bahrullah kemudian dipercaya menjadi Anggota BPK RI. Kariernya di lembaga pemeriksa keuangan negara tersebut mencapai posisi penting ketika ia terpilih sebagai Wakil Ketua BPK RI periode 2017–2019.

Setelah itu, ia kembali menjalankan tugas sebagai Anggota BPK RI hingga menyelesaikan masa jabatannya pada 2021.

Wakil Ketua BPK RI 2017–2019

Posisi sebagai Wakil Ketua BPK RI menempatkan Bahrullah pada salah satu simpul penting dalam sistem pengawasan keuangan negara.

Dalam kapasitas tersebut, pengalaman yang dibangun selama puluhan tahun sebagai auditor menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinannya dalam lembaga yang memiliki mandat konstitusional untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

Pengalaman di BPK tersebut kemudian menjadi salah satu modal profesional ketika Bahrullah memasuki dunia tata kelola korporasi dan perbankan.

Guru Besar IPDN dan Keuangan Publik

Selain sebagai praktisi pemeriksaan keuangan negara, Bahrullah juga memiliki perjalanan panjang di dunia pendidikan tinggi.

Ia dikenal sebagai Guru Besar IPDN Kementerian Dalam Negeri, dengan bidang keilmuan yang berkaitan erat dengan pemerintahan dan keuangan publik.

Latar akademik tersebut mempertemukan tiga bidang yang kemudian menjadi ciri perjalanan profesionalnya, yaitu pemerintahan, keuangan publik, dan tata kelola.

Dari BPK ke Bank DKI

Setelah menyelesaikan masa tugasnya di BPK RI, Bahrullah memasuki dunia perbankan.

Pada 25 Mei 2022, ia mulai menjabat sebagai Komisaris Utama Independen Bank DKI setelah sebelumnya ditetapkan melalui RUPS dan menjalani proses penilaian kemampuan dan kepatutan sesuai ketentuan regulator.

Posisi tersebut menjadikan Bahrullah sebagai salah satu figur penting dalam jajaran pengawasan bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

CATATAN PENTING

Bahrullah Akbar bukan lagi Komisaris Utama Bank DKI. Masa jabatannya sebagai Komisaris Utama Independen Bank DKI berakhir pada penutupan RUPS Tahunan Perseroan Tahun 2025.

Babak Baru: Bank Syariah Nasional

Perjalanan Bahrullah di sektor keuangan kemudian berlanjut ke industri perbankan syariah.

Dalam transformasi Bank Victoria Syariah menjadi Bank Syariah Nasional (BSN) dalam ekosistem BTN, Bahrullah dipercaya menduduki posisi Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen.

Posisi tersebut membawa pengalaman panjangnya dalam bidang pengawasan, tata kelola, pemerintahan, dan keuangan publik ke dalam konteks pengembangan perbankan syariah nasional.

BSN sendiri menjadi bagian dari agenda penguatan ekosistem perbankan syariah di Indonesia, dengan BTN sebagai pemegang saham pengendali.

Memperkuat Tata Kelola Bank Pembangunan Daerah

Selain aktivitasnya di lingkungan perbankan, Bahrullah juga memiliki peran dalam Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI).

Forum tersebut menjadi ruang komunikasi dan penguatan kapasitas jajaran komisaris BPD dalam menghadapi berbagai tantangan tata kelola, manajemen risiko, transformasi digital, penguatan permodalan, serta perubahan lingkungan ekonomi.

Pengalaman Bahrullah sebagai mantan pimpinan BPK memberikan perspektif tersendiri terhadap isu akuntabilitas, pengawasan, kepatuhan, dan tata kelola perusahaan.

Tiga Dunia yang Membentuk Karier Bahrullah

Jika perjalanan kariernya ditarik dalam satu garis besar, sosok Bahrullah Akbar dapat dilihat melalui tiga ranah utama.

01. Pengawasan Negara

Pengalaman panjang sebagai auditor dan Anggota BPK membentuk pemahamannya mengenai pemeriksaan, akuntabilitas, serta pengelolaan keuangan negara.

02. Akademik & Pemerintahan

Sebagai Guru Besar IPDN, ia berada pada ruang yang mempertemukan ilmu pemerintahan, kebijakan publik dan keuangan publik.

03. Tata Kelola Perbankan

Pengalaman tersebut kemudian dibawa ke sektor perbankan melalui Bank DKI, Bank Syariah Nasional dan aktivitas dalam forum komisaris BPD.

Riwayat Pendidikan

  • Doktor Ilmu Pemerintahan – Universitas Padjadjaran, 2013.
  • Post Graduate in Public Sector Management – University of Leicester, Inggris.
  • MBA in Accounting – University of Hull, Inggris.
  • Sarjana Ekonomi Akuntansi – STIE Dr. Muchtar Thalib, Jakarta.
  • Sarjana Administrasi Niaga – Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.
  • Sarjana Muda Manajemen Keuangan – Akademi Pimpinan Perusahaan, Departemen Perindustrian.

Rekam Jejak Utama

Periode Kiprah
1985–1995 Auditor BPK RI
1995–2004 Widyaiswara BPK RI
2011–2014 Anggota BPK RI
2017–2019 Wakil Ketua BPK RI
2019–2021 Anggota BPK RI
2022–2025 Komisaris Utama Independen Bank DKI
2023–2026 Ketua Umum FKDK BPDSI
2025–sekarang Komisaris Utama/Independen Bank Syariah Nasional

Lebih dari Sekadar Pergantian Jabatan

Perjalanan Prof. Dr. Bahrullah Akbar memperlihatkan lintasan karier yang cukup panjang: auditor negara, pimpinan lembaga pemeriksa, akademisi, hingga pengawas korporasi di sektor perbankan.

Lintasan tersebut membuat pengalamannya relevan dalam isu yang semakin penting bagi industri keuangan Indonesia, yaitu good corporate governance, manajemen risiko, kepatuhan, akuntabilitas, transformasi digital, dan penguatan kepercayaan publik.

Bagi sektor perbankan, fungsi komisaris bukan menjalankan operasional harian bank. Peran utamanya berada pada ranah pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi, dengan tetap memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan ketentuan regulator.

DARI PENGAWAS KEUANGAN NEGARA KE TATA KELOLA PERBANKAN

Lintasan karier Bahrullah Akbar mempertemukan pengalaman pemeriksaan keuangan negara, akademik pemerintahan, dan tata kelola industri perbankan.

Sumber: BPK RI, Bank DKI, Bank Syariah Nasional, IPDN, dan sumber kelembagaan terkait.

© Bina Bangun Bangsa — Media Infokom & Mitra Strategis Pembangunan Nasional.