Profil, Sosok dan Kiprahnya dari Daerah ke Tingkat Nasional
Jakarta, BINA BANGUN BANGSA — Prof. Dr. Bahrullah Akbar merupakan salah satu figur yang memiliki perjalanan panjang di persimpangan pengawasan keuangan negara, pemerintahan, akademik, dan tata kelola sektor perbankan.
Namanya dikenal luas setelah menjalani karier panjang di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), termasuk dipercaya menjadi Wakil Ketua BPK RI periode 2017–2019. Di dunia akademik, Bahrullah juga dikenal sebagai Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Setelah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Komisaris Utama Independen Bank DKI, kiprah Bahrullah berlanjut di sektor perbankan syariah nasional. Ia kini dipercaya sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen Bank Syariah Nasional (BSN).
PROFIL SINGKAT
Prof. Dr. Bahrullah Akbar adalah akademisi dan praktisi keuangan publik dengan pengalaman sebagai auditor BPK RI, Anggota BPK RI, Wakil Ketua BPK RI, Guru Besar IPDN, Komisaris Utama Independen Bank DKI, serta Komisaris Utama/Independen Bank Syariah Nasional.
Dari Auditor BPK hingga Pimpinan Lembaga Negara
Perjalanan profesional Bahrullah Akbar dibangun melalui pengalaman panjang di bidang pemeriksaan dan pengawasan keuangan negara.
Ia mengawali karier sebagai auditor BPK RI dan kemudian dipercaya sebagai Widyaiswara BPK RI. Pengalaman tersebut menjadi fondasi sebelum dirinya memasuki jajaran Anggota BPK RI.
Bahrullah kemudian dipercaya menjadi Anggota BPK RI. Kariernya di lembaga pemeriksa keuangan negara tersebut mencapai posisi penting ketika ia terpilih sebagai Wakil Ketua BPK RI periode 2017–2019.
Setelah itu, ia kembali menjalankan tugas sebagai Anggota BPK RI hingga menyelesaikan masa jabatannya pada 2021.
Wakil Ketua BPK RI 2017–2019
Posisi sebagai Wakil Ketua BPK RI menempatkan Bahrullah pada salah satu simpul penting dalam sistem pengawasan keuangan negara.
Dalam kapasitas tersebut, pengalaman yang dibangun selama puluhan tahun sebagai auditor menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinannya dalam lembaga yang memiliki mandat konstitusional untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.
Pengalaman di BPK tersebut kemudian menjadi salah satu modal profesional ketika Bahrullah memasuki dunia tata kelola korporasi dan perbankan.
Guru Besar IPDN dan Keuangan Publik
Selain sebagai praktisi pemeriksaan keuangan negara, Bahrullah juga memiliki perjalanan panjang di dunia pendidikan tinggi.
Ia dikenal sebagai Guru Besar IPDN Kementerian Dalam Negeri, dengan bidang keilmuan yang berkaitan erat dengan pemerintahan dan keuangan publik.
Latar akademik tersebut mempertemukan tiga bidang yang kemudian menjadi ciri perjalanan profesionalnya, yaitu pemerintahan, keuangan publik, dan tata kelola.
Dari BPK ke Bank DKI
Setelah menyelesaikan masa tugasnya di BPK RI, Bahrullah memasuki dunia perbankan.
Pada 25 Mei 2022, ia mulai menjabat sebagai Komisaris Utama Independen Bank DKI setelah sebelumnya ditetapkan melalui RUPS dan menjalani proses penilaian kemampuan dan kepatutan sesuai ketentuan regulator.
Posisi tersebut menjadikan Bahrullah sebagai salah satu figur penting dalam jajaran pengawasan bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
CATATAN PENTING
Bahrullah Akbar bukan lagi Komisaris Utama Bank DKI. Masa jabatannya sebagai Komisaris Utama Independen Bank DKI berakhir pada penutupan RUPS Tahunan Perseroan Tahun 2025.
Babak Baru: Bank Syariah Nasional
Perjalanan Bahrullah di sektor keuangan kemudian berlanjut ke industri perbankan syariah.
Dalam transformasi Bank Victoria Syariah menjadi Bank Syariah Nasional (BSN) dalam ekosistem BTN, Bahrullah dipercaya menduduki posisi Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen.
Posisi tersebut membawa pengalaman panjangnya dalam bidang pengawasan, tata kelola, pemerintahan, dan keuangan publik ke dalam konteks pengembangan perbankan syariah nasional.
BSN sendiri menjadi bagian dari agenda penguatan ekosistem perbankan syariah di Indonesia, dengan BTN sebagai pemegang saham pengendali.
Memperkuat Tata Kelola Bank Pembangunan Daerah
Selain aktivitasnya di lingkungan perbankan, Bahrullah juga memiliki peran dalam Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI).
Forum tersebut menjadi ruang komunikasi dan penguatan kapasitas jajaran komisaris BPD dalam menghadapi berbagai tantangan tata kelola, manajemen risiko, transformasi digital, penguatan permodalan, serta perubahan lingkungan ekonomi.
Pengalaman Bahrullah sebagai mantan pimpinan BPK memberikan perspektif tersendiri terhadap isu akuntabilitas, pengawasan, kepatuhan, dan tata kelola perusahaan.
Tiga Dunia yang Membentuk Karier Bahrullah
Jika perjalanan kariernya ditarik dalam satu garis besar, sosok Bahrullah Akbar dapat dilihat melalui tiga ranah utama.
01. Pengawasan Negara
Pengalaman panjang sebagai auditor dan Anggota BPK membentuk pemahamannya mengenai pemeriksaan, akuntabilitas, serta pengelolaan keuangan negara.
02. Akademik & Pemerintahan
Sebagai Guru Besar IPDN, ia berada pada ruang yang mempertemukan ilmu pemerintahan, kebijakan publik dan keuangan publik.
03. Tata Kelola Perbankan
Pengalaman tersebut kemudian dibawa ke sektor perbankan melalui Bank DKI, Bank Syariah Nasional dan aktivitas dalam forum komisaris BPD.
Riwayat Pendidikan
- Doktor Ilmu Pemerintahan – Universitas Padjadjaran, 2013.
- Post Graduate in Public Sector Management – University of Leicester, Inggris.
- MBA in Accounting – University of Hull, Inggris.
- Sarjana Ekonomi Akuntansi – STIE Dr. Muchtar Thalib, Jakarta.
- Sarjana Administrasi Niaga – Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.
- Sarjana Muda Manajemen Keuangan – Akademi Pimpinan Perusahaan, Departemen Perindustrian.
Rekam Jejak Utama
| Periode | Kiprah |
|---|---|
| 1985–1995 | Auditor BPK RI |
| 1995–2004 | Widyaiswara BPK RI |
| 2011–2014 | Anggota BPK RI |
| 2017–2019 | Wakil Ketua BPK RI |
| 2019–2021 | Anggota BPK RI |
| 2022–2025 | Komisaris Utama Independen Bank DKI |
| 2023–2026 | Ketua Umum FKDK BPDSI |
| 2025–sekarang | Komisaris Utama/Independen Bank Syariah Nasional |
Lebih dari Sekadar Pergantian Jabatan
Perjalanan Prof. Dr. Bahrullah Akbar memperlihatkan lintasan karier yang cukup panjang: auditor negara, pimpinan lembaga pemeriksa, akademisi, hingga pengawas korporasi di sektor perbankan.
Lintasan tersebut membuat pengalamannya relevan dalam isu yang semakin penting bagi industri keuangan Indonesia, yaitu good corporate governance, manajemen risiko, kepatuhan, akuntabilitas, transformasi digital, dan penguatan kepercayaan publik.
Bagi sektor perbankan, fungsi komisaris bukan menjalankan operasional harian bank. Peran utamanya berada pada ranah pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi, dengan tetap memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan ketentuan regulator.
DARI PENGAWAS KEUANGAN NEGARA KE TATA KELOLA PERBANKAN
Lintasan karier Bahrullah Akbar mempertemukan pengalaman pemeriksaan keuangan negara, akademik pemerintahan, dan tata kelola industri perbankan.
Sumber: BPK RI, Bank DKI, Bank Syariah Nasional, IPDN, dan sumber kelembagaan terkait.
© Bina Bangun Bangsa — Media Infokom & Mitra Strategis Pembangunan Nasional.
Prof. Dr. Bahrullah Akbar: Dari Auditor Negara, Wakil Ketua BPK hingga Komut Bank Syariah Nasional
TIM MONEV untuk Mendukung Pencapaian Tujuan Negara dan Percepatan Pembangunan Nasional
Dr. Mulyadin Malik Dorong IARMI Perkuat SDM dan Pembangunan Desa sebagai Basis Bela Negara